telusur.co.id - Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan pemerintahannya memperkaya lebih banyak uranium daripada yang dilakukan Teheran sebelum menyetujui perjanjian nuklir dengan kekuatan dunia pada 2015.
Keputusan itu diungkapkan Hassan Rouhani melalui pidato yang disiarkan televisi, pada hari Kamis dalam.
"Kami memperkaya lebih banyak uranium sebelum kesepakatan tercapai ... Tekanan telah meningkat di Iran tetapi kami terus berkembang," kata Rouhani dilansir reuters.
Rouhani mengaku pihaknya secara bertahap mengurangi komitmennya berdasarkan perjanjian nuklir sebagai balasan atas penarikan Washington dari pakta pada 2018 dan penerapan kembali sanksi yang telah melumpuhkan ekonomi negara itu.
Pemeirntah Iran, sebelumnya menolak proposal "kesepakatan Trump" yang bertujuan menyelesaikan perselisihan nuklir. Rouhani menyebut kesepakatan itu adalah tawaran "aneh" dan mengkritik Presiden AS Donald Trump yang selalu melanggar janji.
"Jika Anda mengambil langkah yang salah, itu akan merugikan Anda. Pilih jalan yang benar. Jalan yang benar adalah kembali ke kesepakatan nuklir," sebut Presiden Iran, Rabu (15/1), seperti dilansir Reuters.[ham]