Taliban Bom Tentara AS Di Kabul, Presiden Donald Ngamuk

Taliban Bom Tentara AS Di Kabul, Presiden Donald Ngamuk

telusur.co.id - Presiden Amerika, Donald Trump, membatalkan pembicaraan damai dengan para pemimpin Taliban Afghanistan. Hal itu, setelah Taliban mengklaim terlibat di balik serangan di Kabul yang menewaskan seorang tentara AS dan 11 orang lainnya.

Trump membuat pengumuman dalam serangkaian tweet. Trump menegaskan, membatalkan negosiasi damai dan membatalkan pertemuan rahasia dengan para pemimpin utama Taliban yang direncanakan pada hari Minggu di kompleks kepresidenan di Camp David, Maryland. Trump juga berencana untuk bertemu dengan presiden Afghanistan.

"Jika mereka tidak dapat menyetujui gencatan senjata selama pembicaraan damai yang sangat penting ini, dan bahkan akan membunuh 12 orang tak bersalah, maka mereka mungkin tidak memiliki kekuatan untuk menegosiasikan perjanjian yang berarti," cuit Trump, diansir dari Al Jazeera, Minggu (8/9/19).

"Aku segera membatalkan pertemuan dan membatalkan negosiasi damai. Orang seperti apa yang akan membunuh begitu banyak orang untuk memperkuat posisi tawar mereka?" cuitTrump.

Tak jelas apakah pembicaraan AS-Taliban berakhir secara permanen atau hanya dihentikan sementara.

Kondisi Trump telah berada di bawah tekanan dari pemerintah Afghanistan, politisi dan beberapa anggota pemerintahannya yang tidak mempercayai Taliban dan berpikir terlalu dini untuk menarik pasukan AS.

Pejuang Taliban, yang sekarang menguasai lebih banyak wilayah dari sejak 2001, melancarkan serangan baru di kota-kota Afghanistan Utara, Kunduz dan Pul-e Khumri, selama sepekan terakhir dan melakukan dua pemboman bunuh diri di ibu kota Kabul.

Elis A Barreto Ortiz, sersan 1 Angkatan Darat AS, terbunuh dalam salah satu ledakan. Sehingga, jumlah tentara AS yang tewas di Afghanistan tahun ini menjadi 16. Seorang prajurit Rumania juga terbunuh.

Komentar

Artikel Terkait