Tak Mau Rugi, Trump Tarik Pasukan Militer di Suriah Utara

Tak Mau Rugi, Trump Tarik Pasukan Militer di Suriah Utara

telusur.co.id - Presiden AS Donald Trump memerintahkan menarik pasukan Amerika Serikat dari Suriah Utara. Trump tidak mau pasukan militer Amerika berhadap-hadapan dengan pasukan dari Turki, Rusia dan Iran.

Menurut Trump terlalu mahal untuk terus mendukung pasukan sekutu Kurdi yang dipimpin sekutu AS di wilayah yang memerangi Negara Islam.

“Orang-orang Kurdi bertempur dengan kami, tetapi dibayar sejumlah besar uang dan peralatan untuk melakukannya. Mereka telah berperang melawan Turki selama beberapa dekade, ”kata Trump dalam serangkaian tweet.

"Turki, Eropa, Suriah, Iran, Irak, Rusia dan Kurdi sekarang harus mencari tahu situasinya. Sudah waktunya bagi kita untuk keluar dari Perang Tak Berujung yang konyol ini”.

Seorang pejabat AS mengatakan pasukan Amerika telah ditarik dari dua pos pengamatan di perbatasan, di Tel Abyad dan Ras al-Ain, dan telah mengatakan kepada komandan SDF bahwa Amerika Serikat tidak akan mempertahankan SDF dari serangan Turki yang akan segera terjadi. Pasukan A.S. di tempat lain di Suriah tetap dalam posisi.

Kemunduran pada awalnya akan terbatas dalam cakupan pada sepetak wilayah dekat perbatasan Turki di mana kedua negara telah bekerja untuk membangun area keamanan khusus, kata seorang pejabat AS kepada Reuters, Senin.

Pejabat itu, yang berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim, tidak mengatakan apakah pasukan itu akan meninggalkan negara itu atau mengubah posisi di tempat lain di Suriah, di mana Amerika Serikat memiliki sekitar 1.000 pasukan.

Pejabat AS lainnya mengatakan bahwa serangan militer Turki sepihak di Suriah adalah "ide buruk" dan Amerika Serikat "tidak akan membantunya dengan cara apa pun, tetapi juga tidak akan menentangnya". [Ham]

Komentar

Artikel Terkait