telusur.co.id - Pemerintah Inggris sangat prihatin dengan hilangnya anggota staf konsulat bekas jajahan mereka, Hong Kong ditahan di China daratan.
"Kami sangat prihatin soal laporan bahwa anggota tim kami ditahan saat kembali ke Hong Kong dari Kota Shenzhen," kata perwakilan Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris dalam satu pernyataan, yang dirilis Kedutaan Besar Inggris di Beijing dilansir reutres.
Simon Cheng tidak kembali bekerja pada 9 Agustus setelah mengunjungi kota tetangga Shenzhen sehari sebelumnya, demikian laporan situs berita Hong Kong, HK01, mengutip wawancara dengan keluarga dan juga kekasihnya.
"Kami memberi dukungan kepada keluarganya dan berupaya mendapatkan informasi lebih lanjut dari pihak berwenang di Provinsi Guangdong dan Hong Kong," kata dia.
Kementerian Luar Negeri China dan Kepolisian Hong Kong tidak langsung menanggapi permintaan untuk berkomentar.
Seperti diketahui, Hong Kong dicengkeram aksi protes antipemerintah dalam beberapa pekan belakangan. Beijing menuduh Inggris dan sejumlah negara Barat lainnya ikut campur dalam urusan internal mereka.
Inggris, Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya mendesak China agar menghormati konsep "satu negara, dua sistem" saat Hong Kong kembali ke China pada 1997. [Ham]