Presiden Rusia, Vladimir Putin menolak tuduhan bahwa rudal tentara Rusia menghancurkan Malaysia Airlines Flight di sebelah timur Ukraina pada 2014. Karena itu, Putin menolak para peneliti Belanda yang menyimpulkan bahwa sistem rudal Rusia digunakan dalam serangan itu.
Belanda mengatakan pada hari Jumat bahwa negara itu memegang tanggung jawab negara Rusia dan sebuah pernyataan kabinet Belanda mengatakan langkah “kemungkinan” berikutnya akan mengajukan kasus ini ke pengadilan internasional, menambahkan Australia berbagi penilaiannya terhadap peran Rusia.
Putin, ketika ditanya di sebuah forum ekonomi di St Petersburg apakah misil tentara Rusia terlibat, mengatakan: “Tentu saja tidak,” bantah Putin dilansit reuters.com.
Putin mengatakan bahwa Moskow tidak bisa sepenuhnya mempercayai temuan-temuan Belanda tentang insiden itu karena Moskow tidak terlibat dalam penyelidikan.
Sebelumnya, Belanda meminta pertanggung jawaban Rusia atas jatuhnya Malaysia Airlines Flight 17 pada Juli 2014, setelah para penyelidik menyimpulkan bahwa sistem rudal tentara Rusia digunakan dalam serangan itu.
MH17 ditembak jatuh di atas wilayah yang dipegang oleh pasukan separatis pro-Rusia di Timur Ukraina saat terbang dari Amsterdam dalam perjalanan ke Kuala Lumpur, menewaskan semua 298 orang di kapal, kira-kira dua pertiga dari mereka Belanda.
Sebuah tim penyelidik internasional mengatakan pada hari Kamis bahwa sistem rudal “Buk” yang digunakan untuk menurunkan pesawat penumpang berasal dari 53-Anti-Aircraft Brigade, yang berbasis di kota Kursk Rusia barat. (ham)