Sempat Menolak, Brazil Siap Terima Bantuan Kebakaran Hutan Amazon

Sempat Menolak, Brazil Siap Terima Bantuan Kebakaran Hutan Amazon

telusur.co.id - Pemerintah Brazil mengatakan siap menerima bantuan asing untuk membantu memerangi kebakaran di Amazon.

Juru bicara kepresidenan Rego Barros mengtakan keputusan untuk menerima sumbangan itu setelah beberapa gubernur negara bagian di Amazon Brazil mendatangi Presiden Jair Bolsonaro. Pada saat bertemu, par agubernur mengaku membutuhkan uang untuk membantu melawan rekor kebakaran hutan di hutan hujan tropis terbesar di dunia.

“Pemerintah Brazil, melalui presidennya, terbuka untuk menerima dukungan keuangan dari organisasi dan negara. Uang ini, ketika memasuki negara itu, akan memiliki pemerintahan total rakyat Brasil, ” kata Barros dilansir reuters.com.

Secara terpisah, sumber diplomatik di Brasilia mengatakan kepada Reuters bahwa pemerintah Brazil juga menerima 10 juta pound dari Inggris untuk memerangi api. Kantor pers Bolsonaro tidak segera tersedia untuk mengomentari informasi tersebut.

Sebelumnya pada hari Selasa, Bolsonaro mengatakan dia hanya akan mempertimbangkan menerima tawaran bantuan $ 20 juta dari Kelompok Tujuh negara-negara kaya jika Presiden Prancis Emmanuel Macron menarik "penghinaan" terhadapnya.

Bolsonaro dan Macron telah terlibat dalam perang kata-kata yang sangat pribadi dan publik dalam beberapa hari terakhir, dengan Bolsonaro mengejek istri Macron dan menuduh pemimpin Prancis tidak menghormati kedaulatan Brasil. Macron menyebut Bolsonaro pembohong dan mengatakan wanita Brasil "mungkin malu" terhadapnya.

Presiden Brasil mendapati dirinya semakin terisolasi di panggung global atas tanggapannya terhadap kobaran api, yang mengancam apa yang oleh banyak orang dipandang sebagai benteng penting terhadap perubahan iklim global.

Jumlah api di Brasil meroket 80% pada tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2018, menurut data dari badan penelitian luar angkasa INPE.

Sekitar 90 km (55 mil) dari Porto Velho, di negara bagian Amazon, Rondonia, seorang saksi mata Reuters melihat rumah-rumah ditinggalkan karena kebakaran hutan yang hebat. Ada sepetak hujan terisolasi pada hari Selasa, tetapi tidak cukup untuk memadamkan api, katanya.

Hujan yang meluas yang dapat memadamkan api kemungkinan besar beberapa minggu lagi, menurut data cuaca dan dua ahli. [Ham]

Komentar

Artikel Terkait