telusur.co.id - Presiden Hassan Rouhani mengatakan Iran tidak akan berbicara dengan Amerika Serikat sampai semua sanksi terhadap Teheran dicabut. Ucapan itu diucapkan sehari setelah Presiden Donald Trump mengatakan akan bertemu dengan Iran untuk mencoba mengakhiri kebuntuan nuklir.
Trump mengatakan pada hari Senin bahwa ia akan bertemu dengan presiden Iran di bawah keadaan yang tepat untuk mengakhiri konfrontasi mengenai perjanjian nuklir Teheran 2015 dengan enam kekuatan dan bahwa pembicaraan sedang berlangsung untuk melihat bagaimana negara-negara dapat membuka jalur kredit untuk menjaga perekonomian Iran tetap bertahan.
Rouhani mengatakan Iran selalu siap untuk mengadakan pembicaraan. "Tapi pertama-tama AS harus bertindak dengan mencabut semua sanksi ilegal, tidak adil, dan tidak adil yang dijatuhkan pada Iran," tegas Rouhani dilansir reuters.com.
Berbicara pada pertemuan puncak G7 di resor Prancis Biarritz, Trump mengesampingkan mencabut sanksi ekonomi untuk mengkompensasi kerugian yang diderita oleh Iran.
Pihak-pihak Eropa dalam perjanjian itu telah berjuang untuk menenangkan konfrontasi yang semakin dalam antara Iran dan Amerika Serikat sejak Trump menarik Washington dari kesepakatan nuklir 2015 dengan kekuatan dunia dan menerapkan kembali sanksi terhadap ekonomi Iran.
Iran telah mengurangi komitmennya di bawah pakta sebagai balasan atas sanksi A.S.
"Kami akan terus mengurangi komitmen kami berdasarkan kesepakatan 2015 jika minat kami tidak dijamin," kata Rouhani dalam siaran langsung pidato. "Teheran tidak pernah menginginkan senjata nuklir."
Trump dan Rouhani keduanya akan menghadiri Majelis Umum PBB pada bulan September. [Ham]