telusur.co.id - Kantor percetakan Arab Saudi yang biasa mencetak berbagai versi terjemahan atas kitab suci Al-Qur’an baru-baru ini merilis Al-Qur’an versi terjemahan bahasa Yahudi. Kabarnya, terjemahan tersebut mengandung banyak kesalahan dan kelalaian yang fatal.
Cetakan tersebut dirilis oleh Kompleks Percetakan Kitab Suci Al-Qur’an Raja Fahd yang berbasis di kota suci Madinah, seperti dikutip dari situs berita Middle East Monitor (MEMO) pada hari Selasa (28/1/20).
MEMO melaporkan, meskipun cetakan itu telah “disetujui oleh otoritas Saudi,” versi tersebut berisi “lebih dari 300 kesalahan,” mulai dari kesalahan penerjemahan hingga kelalaian yang disengaja. Hal yang mencengangkan adalah sejumlah kesalahan itu tampaknya mendukung narasi ilegal Israel atas Masjid al-Aqsa.
Seperti dilansir presstv, Jumat (31/1/20), terjemahan tersebut menghapus nama Nabi Muhammad (SAW) dan kisah perjalanan semalam sang nabi yang ajaib dari kota suci Mekah ke Masjid al-Aqsa.
Kalimat “Masjid Al-Aqsa” juga diterjemahkan menjadi “Kuil”; sebutan Yahudi untuk situs tersebut. Dalam terjemahan kata “Kuil”, terdapat tanda kurung referensi yang mengatakan bahwa situs tersebut adalah tempat yang sama di mana “Kuil Sulaiman (nabi Bani Israel)” berada.
Kantor berita Palestina, Shehab, adalah salah satu media yang memperingatkan publik akan kesalahan tersebut. Shehab merilis sebuah video yang mewanti-wanti “implikasi doktrinal” dalam cetakan Al-Quran itu.
Kesalahan ini dapat menciptakan “kesan bahwa teks suci Islam sendiri mendukung narasi fundamentalis Yahudi atas sejarah,” tulis MEMO.
Masjid al-Aqsa adalah situs paling suci ketiga Islam, dan juga situs yang penting bagi orang Yahudi dan Kristen. Konflik mulai terjadi setelah rezim Israel mencoba merampas hak-hak kaum Muslim dan Kristen atas situs itu sejak 1948. Upaya-upaya itu telah mendapatkan momentum politik di bawah rezim Benjamin Netanyahu.
Sementara itu, Arab Saudi diketahui telah menjalin hubungan dekat dengan Tel Aviv selama beberapa tahun terakhir. Di saat yang sama, secara bertahap mereka merenggangkan dukungan kepada Palestina. [Tp]