telusur.co.id - Pemerintah Hong Kong melaporkan kematian pertamanya karena virus corona yang baru diidentifikasi pada hari Selasa. Korban di Hong Kong merupakan kematian kedua di luar daratan Cina akibat wabah yang telah menewaskan ratusan orang.
Kematian korban di Hong Kong membuat daftar tewas menjadi 427 korban, termasuk seorang lelaki yang meninggal di Filipina pekan lalu setelah mengunjungi Wuhan.
Sementara, Kementerian Kesehatan, Singapura melaporkan enam kasus lagi, termasuk empat penularan lokal, yang menambah jumlah infeksi menjadi 24.
"Meskipun empat dari kasus ini merupakan kluster transmisi lokal, belum ada bukti penyebaran komunitas berkelanjutan yang meluas di Singapura," katanya dalam sebuah pernyataan.
Kasus-kasus baru dilaporkan di Amerika Serikat, termasuk seorang pasien di California yang terinfeksi melalui kontak dekat dengan seseorang di rumah tangga yang sama yang telah terinfeksi di Tiongkok.
Itu adalah contoh kedua penyebaran orang-ke-orang di Amerika Serikat setelah sebuah kasus yang dilaporkan minggu lalu di Illinois.
Jumlah total infeksi di Cina daratan naik sebanyak 3.235 menjadi 20.438, dan ada hampir 200 kasus di tempat lain di 24 negara dan wilayah administrasi khusus Hong Kong dan Makau di Tiongkok.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan virus seperti flu sebagai keadaan darurat global dan para ahli mengatakan masih banyak yang tidak diketahui tentang patogen, termasuk tingkat kematian dan jalur penularannya.
Ketidakpastian semacam itu telah mendorong langkah ekstrem oleh beberapa negara untuk membendung penyebaran.
Australia mengirim ratusan pengungsi dari Wuhan ke sebuah pulau di Samudra Hindia, sementara Jepang memerintahkan karantina kapal pesiar dengan lebih dari 3.000 penumpang setelah seorang pria Hong Kong yang berlayar di sana bulan lalu dinyatakan positif terkena virus. [ham]