Rusia Sebut AS Sebagai Bandit Internasional

Rusia Sebut AS Sebagai Bandit Internasional
Bendera Rusia dan Amerika Serikat / Net

telusur.co.id - Kehadiran militer Amerika Serikat di Surian membuat Rusia geram. Bahkan, kehadirannya disebut sebagai 'aksi bandit negara internasional'.

Hal itu diungkapkan Kementerian Pertahanan Rusia, dalam sebuah pernyataan resmi, sebagaimana dimuat Reuters, Minggu (27/10/2019).

Menurut Kemenhan Rusia, kehadiran dan penambahan pasukan militer negeri 'abang sam' itu di dorong oleh keinginan melindungi penyelundup minyak dan bukan oleh masalah keamanan.

Kemhan Rusia mengatakan, Washington tak memiliki mandat berdasarkan hukum internasional atau AS untuk meningkatkan kehadiran militernya di Suriah.

"Karena itu aksi yang dilakukan Washington saat ini (menangkap dan mempertahankan kendali militer atas ladang-ladang minyak di bagian timur Suriah) adalah, sederhananya, bandit negara internasional," katanya dalam pernyataan itu.

Tentara AS dan perusahaan-perusahaan keamanan di bagian timur Suriah melindungi para penyelundup minyak yang dapat menghasilkan dana 30 juta per bulan, demikian pernyataan itu.

Rusia, yang mendukung Presiden Suriah Bashar Al-Assad dan telah membantunya mengubah perang saudara berdarah, sudah lama menyatakan bahwa kehadiran militer AS di Suriah ilegal.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan, Washington akan mengirim kendaraan-kendaraan lapis baja dan tentara ke ladang-ladang minyak Suriah guna melindunginya agar tidak jatuh ke tangan para militan ISIS.

Pernyataan itu dikeluarkan setelah Presiden AS, Donald Trump awal bulan ini menarik 1.000 personel militer AS ke luar wilayah timur laut Suriah.

Keputusan Trump itu menimbulkan reaksi marah dari Kongres, termasuk anggota-anggota Republik yang melihat penarikan tersebut sebagai pengkhianatan terhadap Kurdi dan langkah yang dapat mendorong kebangkitan ISIS. [ipk]

Komentar

Artikel Terkait