Presiden Bashar Ingin Memulihkan Kekuasaan di Timur Laut Suriah

Presiden Bashar Ingin Memulihkan Kekuasaan di Timur Laut Suriah
Presiden Suriah Bashar al-Assad. foto. bbc

telusur.co.id - Pasca Presiden Amerika Serikat Donald Trump menarik tentara AS dari bagian timur-laut Suriah, Presiden Suriah Bashar al-Assad semakin bersemangat untuk memulihkan kekuasaan negara atas daerah yang dikuasai Suku Kurdi.

Rencananya, proses pemulihan akan dilakukan secara bertahap. Bashar mengatakan kesepakatan antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengusir milisi YPG, pimpinan Suku Kurdi, dari "zona aman" 30-kilometer di sepanjang perbatasan adalah "langkah positif yang akan membantu Damaskus mencapai sasarannya".

"Itu mungkin tidak mencapai apa-apa ... itu melicinkan jalan bagi pembebasan daerah ini dan dalam waktu dekat saya harap," kata Bashar, sebagaimana dikutip Reuters.

Ia masih memerintah di Damaskus sepanjang perang saudara delapan-tahun dengan dukungan Rusia dan Iran.

Milisi Kurdi, YPG --yang bersekutu dengan AS, mencapai kesepakatan dengan Damaskus untuk mempertahankan posisi di dekat perbatasan, setelah pengumuman Presiden AS Donald Trump pada awal Oktober bahwa ia akan menarik pasukan AS dari bagian timur-laut Suriah. YPG adalah unsur utama Pasukan Demokratik Suriah (SDF) --yang telah mengalahkan IS di wilayah tersebut.

Penarikan AS itu melicinkan jalan buat serangan Turki terhadap Suku Kurdi dan membuat mereka merasa ditinggalkan oleh Amerika Serikat serta memaksa mereka mencapai kesepakatan dengan Damaskus untuk membantu mereka melawan pasukan Turki. Ankara memandang YPG sebagai satu organisasi teroris akibat hubungannya dengan gerilyawan Kurdi di Turki Tenggara.

Bashar juga mengatakan keputusan Trump untuk mempertahankan sedikit tentara AS di daerah Suriah yang dikuasai Suku Kurdi, tempat mereka memiliki minyak --yang memperlihatkan Washington adalah kekuatan kolonial yang harus pergi segera setelah rakyat Suriah melawan pendudukan mereka seperti di Irak.

Bashar mengatakan Trump adalah "presiden terbaik Amerika" karena "transparansi lengkapnya" mengenai keinginan untuk mempertahankan kendali atas ladang minyak utama Suriah di Provisni Deir Az-Zor. [Ham]

Komentar

Artikel Terkait