telusur.co.id - Dalam laporannya pada Rabu (18/9/19) kemarin, Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan, bahwa sekitar 75 persen rakyat Yaman tidak punya akses kesehatan.
Melalui akun twitternya, ICRC mengatakan, bahwa saat ini, 20 juta dari 27 juta orang yang hidup di Yaman tak memiliki akses kesehatan yang memadai
“Saat ini, ada 27 juta orang hidup di Yaman. Sekitar 20 juta tidak memiliki akses kesehatan yang memadai. Jumlah itu adalah 75 persen dari total keseluruhan rakyat Yaman. Ini adalah bencana,” tulis ICRC.
Dalam unggahan lainnya, ICRC menyebut, “Sekitar 50 persen fasilitas kesehatan di Yaman tak lagi berfungsi. Kurang dari 30 persen membutuhkan obat-obatan.”
Sektor kesehatan di negara Arab termiskin itu telah hancur akibat perang berkepanjangan yang dimulai sejak 5 tahun lalu. Koalisi militer pimpinan Arab Saudi telah melancarkan agresi ke negara itu untuk menegakkan kembali kekuasaan Abd Rabbuh Mansur Hadi, mantan pemimpin Yaman yang pro terhadap kerajaan Saudi. Sampai saat ini, agresi tersebut masih berlangsung dan telah menyebabkan hancurnya kehidupan di negara itu.
Menurut laporan para pejabat PBB, lebih dari 90.000 orang telah terbunuh akibat perang tersebut dan lebih dari 11 persen penduduk Yaman telah pergi meninggalkan negara itu.
Pada Sabtu lalu, kelompok pergerakan Yaman membalas agresi militer Saudi dengan cara menyerang fasilitas minyak Aramco. Mereka ingin agar koalisi tersebut menghentikan agresinya dan hengkang dari Yaman. [Fhr]