Netanyahu Disalahkan Karena Gagal Gulingkan Assad

Netanyahu Disalahkan Karena Gagal Gulingkan Assad
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (Ist).

telusur.co.id - Seorang analis Israel Ehud Yaari menyatakan, Tel Aviv telah menemui kegagalan dalam perang yang berkecamuk di Suriah. Ehud mengatakan, para petinggi Rezim Israel menyesal lantaran gagal menggulingkan Bashar Assad.

“Sekali lagi, dan entah untuk keberapa kalinya, saya kembali mengatakan bahwa Israel menderita kekalahan strategis di perang Suriah,” kata Yaari kepada Kanal 12 Israel.

Menurut Yaari, kehati-hatian berlebihan BenJamin Netanyahu dan komandan tentara telah menggagalkan tergulingnya Assad. Hal ini (penggulingan Assad) bisa saja dilakukan tanpa perlu mengirim tentara Israel ke Damaskus.

“Banyak pihak di staf umum tentara Israel yang saat ini merasakan penyesalan. Mungkin nanti Netanyahu akan menemukan waktu untuk merenungkan kekeliruan fatalnya ini,” ungkapnya.

Yaari menilai, serangan militer Israel ke ‘target-target Iran’ di Suriah adalah tindakan percuma. Menurutnya, serangan-serangan itu tidak menghalangi Iran untuk menempatkan militernya di Suriah.

“Sangat disayangkan bahwa Naftali Bennett (menhan interim Israel) selalu mengancam Iran, padahal itu tak diperlukan sama sekali. Sebab, tindakan ini tidak membantu Israel menghalangi penempatan militer Iran di Suriah. Sebaliknya, justru mendorong Iran mencari jalan untuk mengurangi atau menghentikan serangan Israel,” ungkapnya.

Yaari berpendapat, serangan ke Suriah adalah satu-satunya cara untuk membendung pengaruh Iran di negara itu.

“Jangan kita biarkan tanah itu (Suriah) menjadi front perang dan ancaman (bagi Israel), terutama karena mereka ingin berhubungan dengan Hizbullah Lebanon,” ucapnya.

Yaari juga menyinggung kegagalan lain Israel, yaitu tak bisa meyakinkan Rusia untuk mengusir pasukan Iran dari Suriah.

“Tak satu pun pihak yang sudi mendengarkan permintaan Israel ini,” tandasnya. [Fhr]

Komentar

Artikel Terkait