Melunak, Turki Akui Tak Ingin Konflik dengan Rusia di Suriah

Melunak, Turki Akui Tak Ingin Konflik dengan Rusia di Suriah
Menhan Turki, Hulusi Akar. (Ist)

telusur.co.id - Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mundur dari statemen pedas terhadap Rusia karena mendukung operasi antiteroris Suriah di Idlib. Hulusi Akar mengakui bahwa Ankara tidak menginginkan konfrontasi dengan Moskow.

Dilansir oleh kantor berita Anadolu, Akar mengklaim bahwa operasi militer baru Turki di Barat Laut Suriah “berjalan sukses dan sesuai rencana.”

Dia mengaku bahwa operasi itu telah menewaskan lebih dari 2 ribu serdadu Suriah. 

“Pasukan kita akan membalas semua serangan rezim Suriah tanpa menunggu waktu lama,” ancamnya.

“Hingga saat ini, Suriah kehilangan 2 jet tempur, 8 helikopter, 2 pesawat pengintai, 135 tank, 5 sistem pertahanan udara, dan 2.557 serdadu,” klaim Akar.

Terkait statemen keras Ankara terhadap Moskow, Akar mengatakan, negaranya tidak ingin memerangi Rusia. Turki disebutnya hanya meminta agar Rusia menghentikan operasi militer Suriah.

Setelah bertambahnya jumlah korban akibat petualangan militernya di Idlib, kemarin Turki melancarkan operasi militer baru bersandi “Perisai Musim Semi.” Tujuannya adalah melindungi kelompok-kelompok teroris di hadapan serangan tentara Suriah.

Lembaga bernama “Pengawas HAM Suriah” hari ini melaporkan, sejumlah pertempuran sengit terjadi di berbagai titik di Saraqib antara tentara Suriah dan milisi dukungan Turki. Sejumlah media mengabarkan, tentara Suriah berhasil menguasai kembali kota strategis di selatan Idlib tersebut. [Tp]

 

 

Komentar

Artikel Terkait