Mantabb.. Fadli Zon Berhasil Goalkan Resolusi Soal Rohingya Di Sidang APPF

Mantabb.. Fadli Zon Berhasil Goalkan Resolusi Soal Rohingya Di Sidang APPF
Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Fadli Zon

telusur.co.id - Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Fadli Zon, berhasil memasukkan resolusi tentang krisis kemanusiaan Rohingya dalam Sidang Forum Parlemen Asia Pasifik (Asia Pacific Parliamentary Forum) ke-28 di Canberra, Australia.

Fadli bersama delegasi DPR RI berinisiatif memasukkan masalah Rohingya sebagai draf usulan resolusi didukung oleh Malaysia. “Ini untuk kali pertama meskipun melalui perdebatan panjang resolusi soal Rohingya dapat diadopsi oleh APPF dan menjadi resolusi penting di bidang politik dan keamanan,” ungkap Fadli melalui keterangan tertulisnya, Rabu.

Pada pertemuan tahunan  ke-28 APPF yang berlangsung di Canberra, Australia pada tanggal 13-16 Januari 2020, Indonesia mengajukan resolusi mengenai penyelesaian krisis kemanusiaan di Myanmar. Indonesia mendorong pemulangan kembali pengungsi Myanmar ke daerah asal.

Dalam proses pengembalian tersebut, Pemerintah Myanmar dan pihak terkait harus menjamin keamanan para pengungsi. Indonesia mendorong Pemerintah Myanmar untuk menuju solusi yang inklusif dan bermartabat bagi para pengungsi. Termasuk diantaranya penyelesaian status kewarganegaraan Rohingya.

“Berdasarkan kondisi yang ditemui di lapangan, pada resolusi ini kami menekankan pula mengenai pemenuhan kebutuhan spesifik perempuan dan anak-anak,” demikian disampaikan Ketua BKSAP.

Fadli Zon menambahkan, saat ini Indonesia mendorong pihak-pihak yang melakukan kejahatan terhadap warga etnis minoritas Rohingya untuk diminta pertanggungjawaban sesuai hukum internasional yang berlaku.

‘Setelah melalui perdebatan panjang, terutama karena mendapat tentangan keras dari China, Laos, dan Thailand, resolusi usulan Indonesia ini dapat diadopsi. Thailand membuat catatan atas resolusi ini. Namun sebagian besar delegasi APPF menyetujui. Akhirnya pada 15 Januari sore, Ketua Parlemen Australia, Tony Smith, mensahkan resolusi ini. Ada 6 usulan Resolusi Indonesia lainnya juga disetujui. Sinang APPF ke-28 menghasilkan 19 resolusi,” tandasnya.

Untuk diketahui, krisis kemanusiaan terus berlanjut di Myanmar. Sekitar 700 ribu orang, setengah diantaranya anak-anak, terusir dari Rakhine State, Myanmar sejak Agustus 2017 dan menghuni kamp pengungsi Kutupalong dan sekitar Cox Bazaar, Bangladesh.

Ketua BKSAP, Fadli Zon, telah mengunjungi Kutupalong di Cox Bazaar untuk melihat secara langsung kondisi pengungsi di Kamp pengungsi terbesar di dunia saat ini. Kamp pengungsi tersebut meliputi area 3000 hektar ditinggali lebih satu juta orang termasuk pengungsi gelombang pertama sebelum 2017. [ham]

Komentar

Artikel Terkait