Kim Jong-un menghabiskan waktu dengan rombongan balet dari China saat mengakhiri perayaan akhir pekan di Pyongyang, dan tidak menunjukkan kekuatan militer seperti pada pesta sebelumnya.
Perayaan itu berlangsung pada Hari Matahari, 15 April, peringatan kelahiran pendiri Korea Utara Kim Il-sung pada 1912.
Pada Hari Matahari tahun lalu, Kim menampilkan pawai militer, yang dipenuhi dengan peluru kendali balistik terbaru, memperburuk ketegangan internasional atas program senjata nuklir dan peluru kendalinya.
Perayaan sebelumnya juga menampilkan berbagai pameran budaya dan ekonomi, tetapi ketiadaan warna militer pada tahun ini lebih sesuai dengan pesan rujuk, yang dikembangkannya dalam beberapa bulan belakangan, saat ia melakukan kunjungan pertama ke China dan mengumumkan rencana berbicara dengan pemimpin Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Foto di media negara serta perusahaan wisata, yang mendatangkan pelancong asing untuk liburan dan Pesta Seni Persahabatan Musim Semi, tidak menunjukkan keberadaan senjata, melainkan hanya berisi pertunjukan akhir pekan, seperti, kembang api, tarian dan olahraga.
Dalam gambar di media pemerintah dari pertunjukan balet pada Senin malam, Kim dan istrinya, Ri Sol Ju, terlihat bertepuk tangan, berpose dengan penari, dan tertawa bersama kepala Departemen Penghubung Internasional Partai Komunis China, Song Tao.
Song memimpin rombongan China ke Korea Utara untuk festival.
Kim, dalam pertemuan dengan Song pada hari Minggu, mengatakan bertemu dengan para bintang tamu untuk menghormati Presiden China Xi Jinping dan mengatakan dia ingin meluncurkan “fase perkembangan baru” hubungan antar negara mereka.
Hubungan Korea Utara dengan China telah menjadi tegang selama beberapa tahun terakhir atas uji coba nuklir dan rudal Korea Utara, yang ditolak oleh satu-satunya negara sekutu Korea Utara tersebut.
Namun, pada akhir Maret, Kim melakukan kunjungan ke Beijing, yang menjadi perjalanan pertamanya ke luar negeri sejak ia mengambil alih kekuasaan pada tahun 2011.
Kunjungan itu datang di tengah upaya diplomatik oleh Korea Utara, memulai pidato Tahun Baru di mana Kim membuka pintu untuk berpartisipasi dalam Olimpiade Musim Dingin bulan Februari di Korea Selatan.
Pada 27 April, Kim dijadwalkan untuk bertemu dengan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in di sebuah pertemuan puncak tepat di dalam wilayah Korea Selatan di perbatasan berbenteng yang membagi kedua negara. Ia akan menjadi pemimpin Korea Utara pertama yang menginjakan kaki di tanah Korea Selatan.
Presiden AS Donald Trump mengatakan juga berencana untuk bertemu Kim pada Mei atau awal Juni.
Pejabat AS masih meragukan tawaran tiba-tiba Kim tersebut, yang menurut Direktur CIA Mike Pompeo, Korea Utara seharusnya tidak mengharapkan imbalan dari pembicaraan dengan AS sampai mengambil langkah tidak dapat diubah untuk menyerahkan senjata nuklirnya. (der/reuters)