telusur.co.id - Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta menyampaikan belasungkawa atas pembunuhan Komandan Brigade Quds IRCG Mayor Jenderal Qasem Soleimani dan Wakil Komandan Hashd al-Shaabi Irak, Abu Mahdi al-Muhandis sebagai tokoh-tokoh anti terorisme.
Pernyataan belasungkawa itu disampaikan kepada Pemimpin Agung Iran (Rahbar) Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, warga Iran dan seluruh komunitas internasional, termasuk masyarakat Republik Indonesia.
"Kami mengutuk aksi Amerika Serikat yang meneror Mayjen Qasem Soleimani yang merupakan simbol dan pahlawan anti terorisme dan radikalisme di kawasan Timur Tengah," kata Humas Kedubes Iran di Jakarta dalam keterangan yang diterima telusur.co.id, Senin (6/1/20) malam.
Menurutnya, jasa, pengorbanan, keberanian dan keahlian Mayjen Soleimani dalam memerangi ISIS dan kelompok takfiri di Suriah dan Irak merupakan bagian dari sejarah kontemporer yang tak akan terlupakan.
"Tindakan keji ini adalah serangan teror terhadap pejabat resmi Republik Islam Iran dan merupakan bentuk nyata dari aksi terorisme yang berbasis pemerintahan/terorisme negara. Tindakan biadab ini juga adalah pelanggaran yang luas terhadap berbagai peraturan internasional dan piagam PBB," terangnya.
Dijelaskannya, berdasarkan pernyataan pejabat tinggi Irak, pasukan asing (pasukan AS) melakukan aksi teror terhadap Mayjen Qasem Soleimani saat berkunjung ke Bagdad sebagai tamu resmi negara dan tindakan ini adalah sebuah pelanggaran kedaulatan negara Irak sebagai negara yang berdaulat.
"Tindakan jahat yang dilakukan atas konsultasi dan provokasi Rezim Zionis Israel adalah sebuah kesalahan strategis yang akan berujung pada peningkatan rasa ketidakamanan di kawasan," sebutnya.
Selain itu, lanjutnya, aksi teror ini juga bertentangan dengan komitmen internasional AS dalam memerangi terorisme, dikarenakan AS dengan tindakan kejinya sedang melawan orang-orang dan pihak-pihak yang berperang dengan kelompok teroris.
"Mati Syahidnya Mayjen Soleimani tidak akan dapat menghentikan perlawanan terhadap terorisme dan ekstrimisme di kawasan, tetapi akan memperkuat pohon muqawama (pergerakan/perlawanan) di kawasan dan dunia," tegasnya.
"Republik Islam Iran akan mengerahkan seluruh kapasitas politik, hukum dan internasionalnya untuk membalas teror jahat ini. Iran tidak akan terpancing oleh perkembangan situasi dan akan memberikan pembalasan yang tegas pada waktu dan tempat yang diharapkannya," tandasnya..[Tp]