telusur.co.id - Iran didesak untuk mengirim rekaman data kokpit dari pesawat Ukraine International Airlines dengan nomor penerbangan PS 752, ke Prancis untuk dianalisis.
Desakan itu disampaikan Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, sebagaimana dikutip Reuters, Sabtu (18/1/2020).
Dirinya juga mendesak agar jasad korban pesawat yang tertembak rudal Iran pada 8 Januari 2020, segera dipulangkan ke Kanada.
Menurut PM Trudeau, Prancis merupakan satu dari segelintir negara yang mampu membaca kotak hitam pesawat, yang kondisinya hancur.
"Iran tidak memiliki keahlian teknis dan sebagian besar peralatan yang dibutuhkan untuk dapat menganalisis segera kotak hitam yang hancur ini," kata Trudeau saat konferensi pers di Ottawa.
"Prancis akan menjadi tempat yang tepat untuk menerima kotak hitam tersebut guna mendapatkan informasi yang lebih akurat dengan cara yang cepat dan itulah yang sedang kami upayakan kepada otoritas Iran agar menyetujuinya."
Trudeau menyebutkan sekitar 20 keluarga dari korban asal Kanada meminta kepulangan jasad kerabat mereka dan mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya berharap jasad sebelumnya dipulangkan dalam beberapa hari ke depan.
Iran mengaku pihaknya tak sengaja menembak jatuh pesawat Ukraina pekan lalu. Sebanyak 176 orang di dalamnya tewas akibat kecelakaan nahas tersebut, yang mana 57 di antaranya berasal dari Kanada.
Sebelumnya, Tim investigasi dari Kanada, Rabu (15/1/2020), mendatangi lokasi jatuhnya pesawat naas tersebut. Menteri Transportasi Kanada, Marc Garneau mengatakan, tim penyidik akan melakukan evaluasi pada pecahan badan pesawat itu.
"Mereka sudah mengunjungi tempat lokasi jatuhnya pesawat. Hari ini dua orang dari tim penyidik akan mengevaluasi pecahan pesawat. Kami sudah diberi tahu oleh Pemerintah Iran bisa berpartisipasi bukan hanya memecahkan kata sandi dua kotak hitam, tetapi juga melakukan analisa. Kami melakukan ini untuk mencari tahu apa yang sesungguhnya telah terjadi dan sejauh ini kami belum memiliki petunjuk," kata Garneau. [ipk]