Jurnalis AS Ditahan Aparat Lebanon, Diduga Jadi Mata-mata Israel

Jurnalis AS Ditahan Aparat Lebanon, Diduga Jadi Mata-mata Israel
Aksi demonstrasi di Beirut, Lebanon. (Foto: France24).

telusur.co.id - Seorang jurnalis Amerika Serikat (AS) ditangkap aparat keamanan Lebanon di tempat demo Beirut, Minggu (19/1/20) malam. Dia ditahan atas tuduhan menjadi mata-mata untuk Israel.

Menurut laporan al-Mayadeen yang mengutip dari sumber-sumber kepolisian, jurnalis AS tersebut ditangkap saat tengah merekam bentrokan di sekitar gedung parlemen Lebanon di pusat Beirut.

Jurnalis AS yang namanya tidak disebutkan itu dikabarkan mengirim rekaman videonya untuk harian Rezim Zionis Israel, Haaretz.

Dilansir oleh IRNA, ratusan pemuda Lebanon kembali berdemo di hari keenam “Pekan Kemarahan” dan hari ke-95 sejak dimulainya gelombang protes di negara tersebut. Mereka melakukan unjuk rasa di sejumlah titik di Beirut, seperti lapangan al-Najma, al-Syuhada, Riyadh al-Sulh, dan jalan al-Hamra di pusat ibukota Lebanon.

Untuk membubarkan para pendemo, aparat militer dan polisi menggunakan meriam air, gas air mata, tembakan udara, dan peluru karet.

Sebelum demo dimulai, aparat keamanan telah mengimbau agar pendemo tidak mengubah unjuk rasa damai menjadi aksi kekerasan, seperti melempar batu, menutup jalan, serta membakar ban dan tempat-tempat sampah. Polisi Beirut mengancam akan menindak tegas pengunjuk rasa yang melanggar aturan tersebut. [Fhr]

Komentar

Artikel Terkait