telusur.co.id - Mantan wakil PM Irak Bahaa al-Aaraji mengaskan, negaranya akan mendukung Iran jika negara itu berperang dengan Amerika Serikat (AS).
“Jika Iran berhadapan dengan AS, kami akan berada di pihak Iran,” kata Al-Aaraji seperti dilaporkan al-alam, Rabu (2/10/19).
Wakil mantan PM Irak, Haidar al-Abadi itu menjelaskan alasan kenapa Irak akan mendukung Iran jika terjadi perang.
”Iran lebih dekat dengan kami daripada (negara-negara) lain. Titik persamaannya dengan kami juga lebih banyak, dan mereka selalu menghormati kami,” kata Al-Aaraji.
Dia meyakini, Donald Trump (presiden AS) “telah kalah di hadapan Iran dan tidak bisa menghadapinya.”
“Bila terjadi konflik senjata antara dua negara (Iran dan AS) ini di kawasan, Iran akan menghancurkan (kepentingan) AS,” tegasnya.
Al-Aaraji juga menyebutkan bahwa semua proyek regional Trump telah menemui kegagalan.
Mantan diplomat Irak itu juga menyinggung insiden pengeboman basis-basis relawan Irak, al-Hashd al-Shaabi, baru-baru ini.
Menurutnya, AS tahu bahwa pelaku pengeboman itu adalah Rezim Zionis. Hal ini juga dinyatakan secara resmi oleh Adil Abdulmahdi (PM Irak).
“Terpilihnya Abdulmahdi sebagai perdana menteri adalah hal baik. Masalah yang ada saat ini bukan lantaran Abdulmahdi, tapi disebabkan fraksi-fraksi politik,” jelasnya.
Al-Aaraji menyatakan, pendirian Abdulmahdi membuatnya tidak disukai AS, sehingga Washington tidak pernah mendukungnya sejak ia terpilih sebagai perdana menteri. [Fhr]