Jagoannya Kalah, Amerika Ogah Akui Kemenangan Maduro

Jagoannya Kalah, Amerika Ogah Akui Kemenangan Maduro

Telusur.co.id

Pemerintahan Amerika Serikat menegaskan tidak akan mengakui hasil pemilihan presiden Venezuela, yang digelar pada Minggu. Pemilu Venezuela dimenangkan inkumben Maduro.

Penolakan itu diungkapkan Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Sullivan kepada wartawan, Senin. Seperti dilansir reuters.com.

Amerika Serikat gencar mempertimbangkan pemberlakukan sanksi perminyakan terhadap Venezuela. Sullivan mengatakan bahwa tanggapan terhadap hasil pemilihan umum di Venezuela juga akan dibahas di pertemuan G20 di Buenos Aires pada Senin.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro diperkirakan terpilih kembali menjadi pemimpin enam tahun ke depan dalam pemilihan umum diboikot kelompok oposisi utama dan dikecam sebagai “penahbisan” diktator.

“Kami harus memastikan bahwa tindakan kami sesuai dengan tujuan, yaitu menyasar pejabat korup dan bukan rakyat Venezuela,” kata Sullivan.

“Kami tidak ingin menghancurkan negara tersebut yang membuat proses pemulihan semakin sulit setelah demokrasi kembali ditegakkan,” kata dia.

Sullivan mengatakan bahwa sanksi terkait aktivitas minyak di Venezuela sebagai “sebuah kebijakan yang sangat signifikan, yang kini telah dipertimbangkan secara aktif.” Terkait Suriah, Sullivan mengaku tidak mengetahui adanya rencana penarikan bantuan Amerika Serikat di kawasan utara negara tersebut.

Pada Jumat, CBS memberitakan bahwa pemerintahan Trump telah menarik semua bantuan di kawasan utara Suriah, yang menunjukkan niat Gedung Putih untuk meninggalkan negara tersebut segera setelah kelompok bersenjata ISIS dikalahkan.

“Saya tidak mendengar keputusan apa pun dari pemerintahan ini untuk menarik bantuan dari kawasan utara Suriah,” katanya.

“Pemerintah Amerika Serikat masih bertekad mengalahkan IS dan melindungi kepentingan Amerika Serikat di kawasan Suriah dan Irak,” kata dia. (ham)

 

Komentar

Artikel Terkait