telusur.co.id - Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengakui bahwa tentaranya tak sengaja menembak pesawat Ukraina yang baru-baru ini mengalami jatuh di Teheran. Hal itu karena Ukraina terbang terlalu dekat dengan instalasi pertahanan dan memicu peluncuran rudal.
"Hari yang menyedihkan. Kesimpulan awal investigasi internal oleh Angkatan Bersenjata: Kesalahan manusia pada saat krisis yang disebabkan oleh petualangan AS menyebabkan bencana," tulis Zarif dalam akun di twitter-nya @JZarif, Sabtu (11/1/20).
"Penyesalan mendalam kami, permintaan maaf dan belasungkawa kepada rakyat kami, kepada keluarga semua korban, dan kepada negara-negara yang terkena dampak lainnya," sambungnya.
Pesawat Boeing 737 Ukrainian International Airlines (UIA) penerbangan 752, sebelumnya, jatuh di dekat Teheran pekan lalu, menewaskan 176 penumpang dan awak yang berada di dalamnya. Pesawat tersebut baru lepas landas dari bandara Teheran dalam penerbangan menuju Kiev sebelum meledak di udara dan jatuh.
Sebanyak 82 warga negara Iran tewas dalam insiden itu, sementara korban jiwa warga asing terdiri dari 63 warga Kanada, 11 warga Ukraina, 10 warga Swedia, tiga warga Jerman dan tiga warga Inggris.[Fhr]