telusur.co.id - Akibat aksi demo yang terjadi berbulan-bulan membuat ekonomi Hong Kong anjlok. Desakan agar Pemimpin Hong Kong Carrie Lam harusnya mundur menguat. Tak hanya datang dari dalam negeri, juga dari negara tetangga.
Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad salah satu pemimpin negara yang mendesak agar Carrie Lam mundur dari jabatannya, menyusul serentetan aksi protes selama beberapa bulan terhadap pemerintahannya. "Saya rasa hal yang terbaik adalah mundur," kata Mahathir.
Dia memprediksi jika Carri Lam tidak mengundurkan diri, perkembangan ekonomi Hong Kong akan terus menurun. Bahkan, menyeret pusat bisnis tersebut ke dalam krisis politik terparah selama puluhan tahun.
"Harus patuh pada master dan di saat bersamaan ia harus bertanya pada hati nuraninya," ujar Mahathir saat berbicara di konferensi pers di Kuala Lumpur.
Mahathir, 94, merupakan salah satu pemimpin paling berpengalaman di Asia. Ia menjabat sebagai perdana menteri selama 22 tahun sejak 1981, dan keluar dari masa pensiun tahun lalu untuk memimpin pemerintahan setelah memenangi pemilihan.
Aksi protes di Hong Kong dipicu oleh RUU ekstradisi, yang kini dibatalkan, yang memungkinkan tersangka dibawa ke China daratan untuk diadili, dan aksi tersebut semakin intens sejak Juni. Mereka juga menuntut seruan yang lebih luas terhadap demokrasi, di antara tuntutan lainnya. [Ham]