Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, menghadiri 1st Pacific Exposition di Sky City Convention Centre, Auckland, Selandia Baru. Menurut Fadli Zon event ini sangat strategis, tak hanya dalam meningkatkan profil Indonesia di Asia Pasifik, tapi juga dalam peningkatan kesejahteraan ekonomi di kawasan tersebut.
“DPR RI mengapresiasi upaya KBRI Selandia Baru dibawah Dubes Tantowi Yahya yang berhasil menyelenggarakan event seperti ini. Catatan saya, terdapat 123 perusahaan berpartisipasi dalam Eksposisi ini. Sebagai Pacific Exposition pertama, maka partisipasinya tercatat cukup sukses. Ada dari sektor pemerintahan, Industri, dan masyarakat luas,” ujar Fadli melalui keterangan tertulisnya, Minggu.
Selain itu, acara ini menandakan adanya estafet, keberlanjutan, dan sinergi, baik dari legislatif maupun eksekutif, untuk menegaskan kehadiran Indonesia di kawasan Pasifik. Sesungguhnya Indonesia memang bagian penting dari Pasifik terutama di Indonesia Timur.
Sebelumnya pada Juli 2018, DPR juga menyelenggarakan Indonesia Pacific Parliamentary Partnership (IPPP) on Human Development and Maritime Sustainability. Satu forum parlemen negara-negara Pasifik, untuk duduk bersama di Jakarta dalam membahas permasalahan bersama.
“Indonesia sebagai sebuah negara kepulauan, memiliki kedekatan kuat dengan negara-negara Pasifik, baik secara geografis, demografis maupun budaya.”
Sehingga, eksposisi ini setidaknya mengandung dua arti penting. Pertama yaitu sebagai platform dialog untuk memperkuat kerja sama konkret di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, dan kerja sama teknis antara Indonesia dengan negara di Pasifik.
Fadli melanjutkan, acara ini juga sebagai platform untuk meningkatkan saling pengertian sebagai sesama negara kepulauan, yang memiliki latar belakang budaya yang sama. Terutama dalam menghadapi beragam isu-isu kawasan. Seperti perubahan iklim, kemaritiman, dan pengembangan industri pariwisata.
“Event Pacific Exposition ini diharapkan dapat mendorong interaksi lebih aktif antara Kawasan Timur Indonesia dengan negara tetangga di kawasan Pasifik. Sebab, di kawasan ini terdapat potensi pasar yang cukup besar dengan GDP sebesar USD 1.6 triliun.”
Itulah sebabnya, terdapat lima provinsi dari bagian Timur Indonesia yang mewakilkan Indonesia dalam event ini. Yaitu Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Kehadiran lima provinsi tersebut penting, tak hanya untuk memperluas jangkauan ekonomi, tapi juga memperkuat identitas ke-Pasifikan Indonesia. Sebab, Indonesia bukan saja Asia, namun juga Pasifik. Identitas ini tak boleh dipisahkan.
“Sehingga, event ini merupakan satu momen kolaborasi yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur dan menegaskan kehadiran Indonesia di kawasan Pasifik,” tutupnya. [Ham]