Diancam Netanyahu, Hamas Balik Ancam Hapus Israel dari Peta Dunia

Diancam Netanyahu, Hamas Balik Ancam Hapus Israel dari Peta Dunia
Anggota Biro Politik Hamas Palestina, Khalil al-Hayya. (arabnews.com).

telusur.co.id - Anggota Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) Khalil al-Hayya merespons ancaman Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Al-Hayya mengatakan, muqawama (gerakan perlawanan) Palestina siap menghapus Israel dari peta dunia.

Netanyahu baru-baru ini mengkonfirmasi kesiapan Israel melancarkan operasi mengejutkan paling besar terhadap Hamas. 

"Jika pengiriman balon api dan serangan roket dari Gaza tidak dihentikan, maka operasi ini akan dimulai," tegas Netanyahu.

Seperti dilaporkan IRNA, Khalil al-Hayyapada Rabu (12/2/20) sore kepada Netanyahu menekankan, poros gerakan perlawanan (muqawama) akan mengusir Israel dari tanah air bangsa Palestina.

Al-Hayya menekankan, bahwa solusi melawan "kesepakatan abad ini" yang diusulkan Presiden AS Donald Trump adalah gerakan perlawanan anti Israel dengan seluruh sarana meminta Otorita Ramallah untuk tidak mengakui Israel dan menghentikan koordinasi keamanannya dengan Tel Aviv.

Presiden AS Donald Trump baru-baru ini meresmikan proyek "kesepakatan abad ini" yang ditujukan untuk menghapus isu Palestina.

Pengakuan Al Quds atau Yerusalem sebagai ibu kota Israel, penyerahan 30 persen wilayah Tepi Barat kepada Israel, penolakan kepulangan pengungsi Palestina ke tanah air mereka serta pelutucan senjata Palestina termasuk isi penting "kesepakatan abad ini".

Diketahui, berbagai negara, tokoh, elit politik dan agama di seluruh dunia khususnya umat Muslim mengutuk rencana AS-Zionis Israel tersebut. [Tp]

 

 

Komentar

Artikel Terkait