Buntut Insiden Penembakan, Pelatihan Militer Saudi di AS Diminta Ditangguhkan

Buntut Insiden Penembakan, Pelatihan Militer Saudi di AS Diminta Ditangguhkan
Pelaku penembakan di pangkalan udara-laut Pensacola, Florida, Muhammad Said al-Shamrani.

telusur.co.id - Insiden penembakan yang dilakukan warga Saudi di pangkalan militer Florida berbuntut panjang. Dua anggota kongres AS menuntut agar pelatihan militer asing di Amerika Serikat (AS) ditangguhkan untuk sementara.

”Kita harus menangguhkan program (pelatihan) ini. Kita tidak boleh menerima mahasiswa militer Saudi sebelum penyidikan rampung,” kata senator Republik dari Florida, Matt Gaetz, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (9/12/19).

Dalam wawancara dengan stasiun televisi ABC, Gaetz memberitahukan perbincangannya dengan dubes Saudi pasca insiden. Dia menjelaskan, dirinya telah meminta agar pemerintah Saudi tidak ikut campur dalam masalah ini, sebab kejadian ini berkaitan dengan sekelompok warga Saudi yang info mereka sudah ada di tangan AS.

“Jika ada warga Saudi yang kemungkinan terlibat dalam insiden ini, baik dari sisi perencanaan atau pendanaan, saat itu kami berharap agar biro intelijen Saudi bekerjasama dengan AS,” lanjut Gaetz.

Bloomberg melaporkan, Senator Lindsey Graham dari South Carolina juga menuntut hal yang sama seperti Gaetz.

“Saudi adalah sekutu kita. Tapi di sini telah terjadi peristiwa yang mengerikan. Program (pelatihan militer asing) ini harus dikurangi dan dikaji ulang,” kata Graham kepada Fox News.

Insiden penembakan oleh seorang warga Saudi terjadi pada Jumat sore (6/12/19) di pangkalan udara-laut Pensacola, Florida.

Warga Saudi bernama Muhammad Said al-Shamrani itu menembak tiga teman kelasnya dari AS hingga tewas. Al-Shamrani sendiri juga terbunuh setelah melakukan aksinya.

FBI pada Minggu kemarin mengumumkan, insiden penembakan itu dianggap sebagai tindak terorisme. [Fhr]

Komentar

Artikel Terkait