telusur.co.id - Presiden Suriah Bashar Al-Assad angkat bicara mengenai motif di balik pembunuhan pendiri organisasi White Helmets, James Le Mesurier, di Istanbul, Turki, beberapa hari lalu. Tak hanya itu, Assad juga berbicara soal motif pembunuhan pemimpin kelompok teroris Islanic State of Iraq and Syria (ISIS) Abu Bakar al-Baghdadi dan pemimpin jaringan teroris Al-Qaeda Osama Bin Laden.
Seperti dilaporkan Al-Alam, Kamis (14/11/19), dalam wawancara dengan Sputnik dan Rusia 24, Assad menilai motif pembunuhan ketiga orang tersebut tidak lepas dari kegiatan spionase Barat yang bekerja untuk kepentingan intelijen Amerika Serikat (AS), dan ketiganya dihabisi ketika masa pemeranan mereka sudah kadaluarsa di saat mereka mengantongi banyak rahasia penting.
“Supaya kita tidak menilai keadaan ini secara terpisah, kita harus memandangnya dalam konteks umum kasus-kasus serupa. Miliarder AS Jeffrey Epstein terbunuh beberapa pekan lalu, dan mereka (Barat) mengatakan bahwa dia bunuh diri di dalam penjara, padahal dia dibunuh karena membawa banyak rahasia yang sangat penting terkait dengan para tokoh penting dalam sistem, atau dalam rezim AS dan Inggris, dan bisa jadi juga negara-negara lain,” tutur Assad.
Assad juga menjelaskan benang merah terbunuhnya Le Mesurier dengan terbunuhnya Osama bin Laden dan Abu Bakar Al-Baghdadi.
"Apa hubungan historis orang ini (Le Mesurier) dengan aksi kemanusiaan yang dikaitkan dengan White Helmets? Kita mengetahui bahwa mereka tentunya adalah bagian dari Al-Qaeda. Saya meyakini bahwa orang-orang itu, bersama terbunuhnya Bin Laden, dan terbunuhnya Al-Baghdadi belakangan ini, mereka semua dibunuh pertama karena membawa rahasia-rahasia penting, menjadi beban, dan peran merekapun sudah berakhir,” kata Assad. [Fhr]