telusur.co.id - Amerika mengumumkan bakal mengerahkan pasukan tambahan dan peralatan pertahanan rudal ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
Pengunuman itu dikeluarkan oleh Pentagon jelang akhir pekan ini sebagai tanggapan terhadap serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi.
Menteri pertahanan AS, Mark Esper mengatakan, ini adalah langkah pertama untuk meningkatkan keamanan. Ia juga tak akan mengesampingkan langkah-langkah tambahan di masa depan.
Pengumuman tersebut merupakan perpanjangan tangan dari sikap Presiden Donald Trump. Trump menyalahkan Iran atas serangan di fasilitas minyak Arab Saudi tersebut.
Awalnya, Trump memilih untuk menahan lebih banyak kekuatan daripada meluncurkan serangan militer pasca serangan di fasilitas minyak Arab Saudi. Dia mengatakan bahwa dia ingin menghindari perang habis-habisan dengan Iran.
Sebagai gantinya, dia memberikan sanksi baru pada bank sentral Iran.
"Saya pikir pendekatan orang kuat dan hal yang menunjukkan kekuatan akan menunjukkan sedikit pengekangan," kata Trump dilansir dari The Guardian.
"Jauh lebih mudah untuk melakukannya dengan cara lain, dan Iran tahu bahwa jika mereka berperilaku tidak pantas, mereka sedang dipinjam waktu," jelasnya,[Tp]
Laporan: Wawan Ichwanuddin