Jakarta – Direktur Eksekutif ASEAN Study Center Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik Universitas Indonesia (UI) Edy Prasetyo Berpendapat Asean Harus Tetap Mempertahankan netraliatas dalam menyikapi perang dagang antara Amerika dengan China.
“ASEAN harus membuat keseimbangan hubungan dengan dua kekuatan dua negara besar yaitu Amerika Serikat dan Tiongkok di kawasan Asia Tenggara ini,” ujar Edy Prasetyono di Jakarta, Selasa.
Menurutnya, ASEAN harus mengetahui bahwa hubungan dengan negar-negara besar tidak bisa dihindarkan.
“Apabila ASEAN terlalu pro Tiongkok, Amerika Serikat akan mengawasi. Begitupun sebaliknya,” ujar dia.
Dengan letak ASEAN yang sangat strategis membuat negara-negara besar berlomba untuk mendapat dukungan baik itu dalam segi perdagangan, maritim, keamanan dan sebagainya.
“Karena posisinya yang strategis itulah, semua negara ingin masuk. Karena semua ingin masuk maka ASEAN harus jaga keseimbangan,” kata dia.
Kalau Asean dapat meyeimbangkan hubungan dengan semua pihak, Asean dapat menciptakan suatu kerangka sendiri saat berhadapan dengan negara-negara kuat.
“ASEAN harus bisa merumuskan dengan Tiongkok itu fokusnya apa, dengan Amerika fokusnya apa,” kata dia.
Terhadap Tiongkok, ASEAN bisa fokus dalam bidang keamanan energi dan pangan.
“Keamanan energi dan pangan itu penting karena ASEAN dan Tiongkok sama-sama memiliki populasi penduduk yang banyak serta kebutuhan pangan maupun energi yang besar. Semestinya ada kerja sama strategis di dua hal itu,” ujar dia.
Dengan Amerika Serikat, ASEAN bisa fokus dalam bidang pengembangan teknologi. (der/ant)