Koalisi militer pimpinan Arab Saudi pada Rabu (25/4) mengkonfirmasi gerilyawan Al-Houthi menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan ke pelabuhan Hudaydah, Yaman, demikian laporan stasiun televisi lokal Al-Arabiya.
Pihak koalisi nyatakan bahwa ada 40 kapal sedang menunggu izin ke pelabuhan Al-Hudaydah.
Juru Bicara Koalisi Kol. Turki Al-Maliki, sebagaimana dilaporkan Xinhua, Kamis pagi, menuduh milisi Syiah Yaman itu mengancam keamanan Arab Saudi dan pelayaran.
Ia juga mengungkapkan negaranya telah menyediakan bermacam bantuan buat lebih dari tiga juta warga Yaman. Ia menyatakan pada tahanan ditangani sejalan dengan hukum internasional.
Arab Saudi dan negara lain Arab berperang untuk mendukung Pemerintah Yaman di pengasingan, yang dipimpin Presiden Abd-Rabbu Mansour hadi dan diakui masyarakat internasional.
Gerilyawan Al-Houthi juga mengincar Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh, dan kota besar lain dengan menembakkan rudal, yang kebanyakan digecat oleh pasukan udara.
Namun pada Rabu, Al-Arabiya melaporkan seorang perempuan Arab Saudi cedera setelah proyektif yang ditembakkan oleh milisi Al-Houthi di Yaman menghantam Kota Najran di perbatasan Kerajaan tersebut.
Proyektil itu –yang ditujukan ke daerah permukiman ditembakkan pada Rabu malam, kata wakil juru bicara Pertahanan Sipil di dalam satu pernyataan. (der/xinhua)