Wakil Ketua DPR RI: Pemerintah Jangan Utang Terus Negara Bisa Bahaya

Wakil Ketua DPR RI: Pemerintah Jangan Utang Terus Negara Bisa Bahaya

Telusur.co.id

| Jakarta | Percepatan pembangunan terus dilakukan oleh pemerintah demi mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Namun seiring waktu berjalan banyak proyek pembangunan infrastruktur yang mangkrak akibat kekurang dana.

Wakil ketua DPR RI, Fadli Zon, meminta pemerintah agar tidak melakukan pinjaman (utang) kepada pihak manapun. Karena dapat membahayakan kedaulatan bangsa dan Negara.

“Banyak Negara – Negara yang hancur akibat terlilit hutang. Semangat awalnya dulu Berdikari, berdiri diatas kaki sendiri, kalau mau mengikuti semangat bung Karno harusnya seperti itu,” ujarnya di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (03/8).

Sikap tersebut dikatakan Fadli sebagai bentuk perhatiannya pada pemerintah, bahwa kondisi keuangan Negara saat ini sedang terpuruk. “Kita mengkritisi pemerintah ini awalnya bangunan tidak meminjam utang, tetapi kita bisa saksikan agregat utang saat ini cukup tinggi,” ucapnya.

Seharunya, lanjut Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), pembangunan infrastruktur di tujukan pada sektor perekonomian yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, karena keuangan negara akan dapat kembali pulih.

Akan tetapi apa yang dilakukan pemerintah saat ini tak memiliki pengaruh besar. Pasalnya pembangunan infrastruktur jalan hanya menguntungkan para industri otomotif yang bukan berasal dari Indonesia.

“Kita kan tidak punya mobil nasional Esemka kan cuma retorika doang membangun jalan tol berarti kita memberi subsidi Kepada industri otomotif Jepang. Saya tidak tahu cara berpikir ekonominya dari pemerintahan ini seperti apa,” terangnya.

Gerindra Sebagai partai di luar pemerintah, lanjut Fadli, hanya bisa mengingatkan Presiden Joko Widodo agar tidak salah langkah dalam mengambil keputusan.

“Apa itu Gerindra Hanya mengingatkan masa orang masuk jurang tidak kita larang. Jadi kita bilang di depan itu ada jurang belok kiri atau belok kanan dong, persoalannya. kalau kita tidak mengingatkan seluruh rakyat Indonesia akan terjebak Dan menanggung beban dari utang itu,” ucap Fadli yang mengingatkan pemerintah.| red-06 |

 

Komentar

Artikel Terkait