Telusur.co.id - Tidak ada yang politis dari tulisan ucapan terima kasih kepada presiden terpilih Joko Widodo, di maskapai Garuda Indonesia.
Begitu pendapat Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono saat dihubungi telusur.co.id, Selasa (9/7/19).
Menurutnya, tulisan itu mengandung makna sebagai upaya mencari perlindungan para petinggi garuda yang tengah tersangkut kasus hukum.
“Nggak ada unsur politis. Cuma Direksi Garuda lagi cari muka sama kang mas Joko Widodo. Karena harus mempertanggung jawabkan tentang rekayasa laporan keuangan garuda yang bisa masuk ranah perbuatan pidana oleh semua Direksi Garuda,” kata Arief.
Ketua Umum Serikat Buruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bersatu ini melanjutkan, tindakan yang tak biasa itu sebagai upaya mencari aman dari para petinggi maskapai penerbangan plat merah, karena diduga telah membuat saham perusahaan pelat merah tersebut mengalami penurunan.
“Merugikan negara sebagai pemegang saham garuda dan publik pemegang saham garuda di pasar modal, yang berakibat pada anjloknya nilai saham garuda,” kata Koordinator Partai Gerindra Kalimantan Barat itu.
“(Mereka) juga meyebabkan hilangnya kepercayaan investor untuk berinvestasi pada saham-saham BUMN di pasar saham.”
Kendati demikian, Arief mengaku mengetahui Jokowi kemungkinan tidak akan sumringah atas ucapan itu. Karena, Jokowi lebih suka kerja nyata.
“Dengan cara cari muka, justru saya akan minta Kang Mas Joko Widodo untuk memerintahkan Menteri BUMN mengelar RUPSLB Garuda agar semua Direksi Garuda di ganti. Juga meminta Kejaksaan Agung dan Polri menindak lanjuti terjadi rekayasa laporan keuangan garuda,” kata Arief. [ipk]