Tak Mau Kalah Dengan Anak Muda, Emak-emak Belajar Ekonomi Kreatif

Tak Mau Kalah Dengan Anak Muda, Emak-emak Belajar Ekonomi Kreatif

Telusur.co.id -

Seiring dengan kemajuan Teknologi Komunikasi dan Informasi serta bertambah maju tingkat berfikir masyarakat, berkembang pesat Ekonomi Kreatif di Indonesia. Tak pelak pemerintah mengakomodir garapan bidang ekonomi baru ini yang tidak kalah penting memberi kontribusi besar dalam pemasukan devisa negara pada Kementerian Pariwisata Dan Industri Kreatif beberapa tahun ini.

Menyahuti persoalan ini tampaknya membuat berbagai lapisan masyarakat tidak mau kehilangan kesempatan untuk mengambil bagian, termasuk laki perempuan, muda dan tua saling berpacu.

Begitu pula ibu-ibu berasal dari Jabodetabek, sekitar 100 orang lebih, Selasa 23 Oktober cukup antusias mengikuti Pelatihan Ekonomi Industri Kreatif di Gedung Sapta Pesona di Jalan Merdeka Barat 17 Jakarta yang diadakan oleh Kementrian Pariwisata Dan Industri Ekonomi Kreatif berkerja sama dengan Komunitas yang tergabung dalam Ikatan Masyarakat/IMA Sumsel Jakarta.

Tema Bahasan yang mereka angkat dalam pelatihan ini adalah “Pelatihan Kain Perca Dan Daur Ulang Kertas Koran Dorong Industri Kreatif Pariwisata”. Para peserta diberi materi pemanfaatan barang terbuang menjadi bernilai tinggi untuk suvenir para wisatawan dalam dan luar negeri. Juga mereka menerima materi Motivasi untuk memperkuatkan kegigihan dan mentalitas profesionalitas dalam interprenership, tanpa cepat menyerah untuk mencapai keberhasilan usaha.

Muddai Madang Ketua Umum IMA Sumsel bersyukur bisa berkerja sama dalam mencetak para pelaku Industri Ekonomi Kreatif dari kalangan ibu-ibu. “Insha Allah ini membuahkan hasil yang maksimal. Program ini akan berkesinambungan”, tutur Muddai.

“Pelaku Industri Kreatif selama ini kebanyakan berasal dari kalangan muda. Dan memang mereka banyak menemukan inovasi-inovasi, kreasi-kreasi dan hobby berpetualang ide, trial and eror. Kegagalan tak membuat mereka cepat putus harapan”, kata Azkar Badri yang diundang hadir dalam acara tersebut.

Dalam acara ini juga diadakan  Pameran Dan Bazar Hasil Industri Kreatif Rakyat selama dua hari. Transaksi jual belinya boleh dikatakan cukup bagus, banyak konsumen. (ham)

Komentar

Artikel Terkait