Telusur.co.id - | Jakarta | Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati mengatakan realisasi penyaluran Kredit Usaha rakyat (KUR) sampai 31 Desember 2017 sebesar Rp 96,7 triliun (87,9%) dari pagu kredit sebesar Rp110 triliun.
“Jumlah realisasi panyaluran KUR tersebut disalurkan melalui 40 lembaga keuangan penyalur, terdiri dari 34 bank, empat lembaga keuangan dan dua koperasi dengan jumlah debitu 4.086.971 orang,” kata Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (17/1/2017).
Menurut dia, penyaluran KUR tersebar di lima sector usaha yaitu sektor perdagagan (58%), pertanian, perkebunan dan kehutanan (24%), sektor jasa (11%), industri pengolahan (5,5%) dan perikanan (1,5%).
“Pagu kredit KUR pada 2018 ditetapkan sebesar Rp 120 triliun,” katanya.
Menurut dia, KUR ditujukan untuk meningkatkan akses UMKM kepada sumber permodalan, yang dikembangkan sejak 2007.
“Total penyalurn KUR sejak 2007 s/d 31 Desember 2016 sebesar Rp 295,15 triliun kepada 17,7 juta debitur dengan NPL secara nasional sekitar 3,3%,” katanya.
Yuana mengatakan realisasi KUR per 31 Desember 2017 terdiri dari KUR Mikro dengan jumlah kredit Rp 65,17 triliun kepada 3,8 jut debitur, KUR Ritel Rp 31,2 triliun kepada 217.175 debitur dan KUR P-TKI Rp 329,63 miliar kepada 22.663 debitur.
Menurut dia, KUR tersebut disalurkan melalui 15 bank umum nasional, dengan realisasi Rp 94,26 triliun kepada 4.057.069 debitur. Sedangkan 19 bank pembangunan daerah menyalurkan Rp 2,44 triliun kepada 29.418 debitur. Sementara itu, empat lembaga keuangan bukan bank menyalurkan Rp1,066 miliar kepada 87 debitur dan dua koperasi menyalurkan Rp 9,05 miliar kepada 397 debitur.
“Untuk menukung upaya percepatan penyaluran KUR, Deputi BIdang Pembiayaan Kemenkop UKM bekerja sama dengan pemerintah daerah melakukan kegiatan koordinasi dan sosialisasi serta pendampingan kepada UMKM untuk mengakses KUR,” katanya.
Menurut dia, kegiatan koordinasi dan sosialisasi dilakukan di 19 provinsi dengan peserta sebanyak 950 orang. Yuana mengatakan 19 provinsi yang sudah melaksanakan koordinasi dan sosialisasi tersebut adalah Sumut, Aceh, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, jawa Timur, DI Yogyakarta, Papua Barat, Kaltim, Kaltara, Sulawesi Tengah, Sulsel, Maluku, Bali, NTB, NTT dan Sulut. | Red |