Rizal Ramli Anggap Sri Mulyani Tak Pantas Raih Award

Rizal Ramli Anggap Sri Mulyani Tak Pantas Raih Award

Telusur.co.id

Bekas menteri koordinator bidang kemaritiman, Rizal Ramli mempertanyakan indikator Ernst and Young yang telah menetapkan Sri Mulyani sebagai menteri terbaik dunia.

“Dapat award harus liat indikatornya. Apa indikatornya,” ucap Rizal di DPP PAN, Jakarta, Rabu (14/2/18).

Menurut Rizal, penghargaan tersebut tak layak disandang Sri Mulyani. Karena, kondisi perekonomian Indonesia saat ini masih lemah, dan daya beli masyarakat sangat rendah.

Selain itu dirinya menilai, lembaga Internasional Ernst and Young hanyalah auditor dan akuntan.

“Lembaga ini tidak mengerti soal makro ekonomi sebagai parameter penghargaan tersebut. Dengan ekonomi melemah, rakyat semakin tertekan malah dapat penghargaan,” ungkapnya.

Ia menyebut, alasan Menkeu diberi penghargaan lantaran mampu melawan korupsi, mengurangi kemiskinan, meningkatkan transparansi pemerintah, meningkatkan standar kehidupan dan transparansi transaksi publik di Indonesia, salah besar

Sebab, Sri Mulyani tak mampu mengurangi kemiskinan melainkan Indonesia hanya bisa berhutang.

“Tuntut saja itu. Hutang dikurangi, orang naik kok. E Y mengaku akuntan yang hebat tapi bohongi rakyat indonesia,” ungkapnya lebih lanjut.

Diketahui, Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati mendapatkan Penghargaan Menteri Terbaik di Dunia (Best Minister in the World Award) di World Government Summit yang diselenggarakan di Dubai, Uni Arab Emirates. Penghargaan tersebut diserahkan oleh pemimpin Dubai, Sheikh Mohammad bin Rashid Al Maktoum.

Penghargaan Menteri Terbaik ini merupakan penghargaan global yang diberikan kepada satu orang menteri dari semua negara di dunia setiap tahunnya dan mulai diberikan pada tahun 2016. Proses seleksi dan penentuan pemenangnya dilakukan oleh lembaga independen Ernst & Young dan diselenggarakan oleh World Government Summit.

Alasan Menkeu menerima penghargaan lantaran mampu melawan korupsi, mengurangi kemiskinan, meningkatkan transparansi pemerintah, meningkatkan standar kehidupan dan transparansi transaksi publik di Indonesia. Prestasi ini juga menjadi kebanggaan karena Sri Mulyani menjadi penerima pertama dari Asia yang menerima penghargaan tersebut.

 

Komentar

Artikel Terkait