Dalam rangka mempermudah dan mempercepat proses pengajuan dana bergulir untuk calon mitra, Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menggandeng enam lembaga financial technology (fintech).
Demikian disampaikan oleh Direktur Bisnis LPDB-KUMKM Iman Pribadi dalam sebuah diskusi di kantor Kemenkop dan UKM, Jakarta, Jumat (19/10/18).
“Fintech nantinya akan menjadi platform untuk mengajukan dana bergulir,” kata Iman. nantinya akan .
Iman menjelaskan, lewat beauty contest, kini sudah ada enam lembaga fintech yang terpilih di antaranya adalah PT investree Radhika Jaya (Investree), PT Aman Cermat Cepat (Klik ACC), PT Pasar Dana Pinjaman (Danamas), PT Lunaria Annua Teknologi (Koinworks), PT Indonusa Bara Sejahtera (Taralite) dan PT Igrow Resources Indonesia (iGrow).
Menurut Iman, kerja sama dengan fintech ini sesuai dengan upaya pemerintah yang tengah mendorong ekonomi digital. Apalagi, LPDB-KUMKM menempatkan porsinya sebagai lembaga inklusif.
Tak hanya, LPDB-KUMKM juga menggandeng perguruan tinggi. Hal ini dalam rangka mendukung perkembangan kewirausahaan di kalangan mahasiswa.
“LPDB-KUMKM telah menyiapkan dana bergulir sebesar Rp 100 miliar yang bisa dimanfaatkan para wirausaha pemula di lingkungan perguruan tinggi untuk meningkatkan kapasitas usahanya,” jelas Iman.
Untuk maksimal pinjaman kepada para wirausaha pemula, tutur Iman, ialah sekitar Rp 50 hingga Rp 250 juta per wirausaha dengan bunga rendah yaitu 9,5 persen per tahun. Hal ini diharapkan bisa dimanfaatkan oleh kalangan mahasiswa untuk melakukan bisnis.
“Dalam waktu dekat kerjasama dengan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Universitas Jember,” paparnya.
Sinergisitas yang dilakukan ini, kata Iman, bukan hanya untuk meningkatkan penyaluran dana bergulir, tetapi tahun depan, LPDB-KUMKM akan membicarakan mengenai dampak dari penyaluran tersebut.[far]