telusur.co.id - Peneliti dari Universitas Osaka Jepang, Dr Testu Konichi berharap UMKM bisa go public melalui pasar modal atau Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal tersebut merupakan kesempatan besar bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan produk-produknya agar berkembang dan "naik kelas".
"Penelitian saya mengenai pengawasan keuangan di indonesia. Efektivitas pengawasan keuangan di Indonesia, khususnya di pasar modal," kata Konichi, usai bertemu Menkop dan UKM Teten Masduki di gedung Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Jumat (3/1/20).
Menurut dia, pasar modal akan bisa berdampak besar dalam mengangkat ekspor produk UKM Indonesia di kancah Internasional. Selain itu, dengan go public maka produk produk andalan UMKM bisa lebih gampang dan diketahui oleh pasar luar negeri.
"Tadi ada diakusi mengenai UMKM di Indonesia. Banyak produk UMKM Indonesia yang berorientasi ekspor ke luar negeri. Seharusnya dapat fokus ke pasar modal karena lebih transparan. UKM harus bisa masuk pasar modal," katanya.
Konichi menegaskan, masuknya UMKM di pasar modal akan mendorong pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Bahkan sektor UKM akan berkembang pesat dengan banyaknya produk yang berorientasi ekspor.
"Pasar modal sebagai suatu alat keuangan. Jika UKM bisa masuk, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan UKM bisa berkembang," katanya.
Selain keinginan agar sektor UKM masuk pasar modal, Konichi juga mewawancari Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki terkait keberhasilan memimpin Indonesia Coruption Watch (ICW) dan Forum Aspiraai Indonesia pada tahun 2006. Dimana Teten berhasil membuka kasus manajemen PGN. Wawancara itu akan dituangkan dalam artikel penelitian dan dipublikasikan dalam jurnal.
"Sebagai pribadi Pak Teten di tahun 2006 saat memimpin ICW, Saya wawancarai bagaimana aktivitasnya. Termasuk saat memimpin forum aspirasi indonesia. Saya wawacara mengenai kasus manajemen PGN. Pak Teten aktif berperan aktif," tukasnya.[Fh]