| Jakarta | Perusahaan jamu PT Njonja Meneer yang berdiri sejak tahun 1919 di kabarkan mengalami kodisi pailit hal itu akibat dari dampak dari tidak stabilnya perekonomian Indonesia.
Menanggapi hal itu, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto membantahnya. Menurut anak dari mantan menteri Hartarto palilitnya perusahaan jamu terbesar tersebut akibat dari kreditur yang tidak lancar.
“Itu kan korporasi (Njonja Meneer pailit), kalau masalah jamu itu masalah korporasi. Kalau dibangkrutkan oleh supplier itu masalah korporasi. Jadi, harus diselesaikan secara korporasi,” tegasnya di Kantor Kemenko bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (8/8).
Jika dilihat dari kondisi saat ini dikatakan politisi Golkar, justru industri Jamu dan Obat – Obatan masih dalam kondisi baik dan terkontrol.
Selain itu industri makanan dan minuman saat ini mengalami pelonjakan yang cukup drastis. Begitu juga dengan industri farmasi dan obat-obatan yang tengah menanjak.
“Industrinya enggak bermasalah, karena industri minuman, makanan, dan farmasi termasuk obat-obatan naik,” tutur Airlangga.| red-06 |