Minimnya lapangan pekerjaan dinilai sebagai penyebab masih adanya pengangguran di Indonesia. Apalagi, ditambah setiap perusahaan selalu mencari pelamar yang memiliki skill dan berpengalaman, semakin membuat sulit bagi orang-orang untuk mendapatkan pekerjaan.
Dengan keterbatasan tersebut, sudah sepantasnya masyarakat khususnya generasi milenial untuk mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta kerja atau enterpreneur. Diharapkan, anak muda mengubah pola pikir yang hanya memenuhi kebutuhan pribadi, namun juga harus mamou menciptakan lapangan kerja, dan secara tidak langsung mengurangi jumlah pengangguran.
“Kita tahu mencari kerja sekarang sulit. Apalagi bagi yang tidak sekolah atau hanya lulus SMA, yang sarjana pun banyak yang menganggur. Ini karena memang lapangan kerja yang tidak banyak. Untuk itu, saya mengajak anak muda, daripada stress mencari lapangan kerja, kenapa tidak menciptakan lapangan kerja sendiri,” kata Benny Martha Benyamin dalam keterangan persnya, Selasa, (23/10/18).
Politikus Partai Golkar ini menilai, dengan kemajuan teknologi digital seperti saat ini, tidak sulit untuk menjadi entrepreneur, jika memang ada kemauan. Kemajuan teknologi digital membuat orang di manapun, tua maupun muda, memiliki kesempatan yang sama untuk membangun usaha sendiri.
Oleh sebab itu, kata dia, Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia, khususnya produk lokal, seharusnya bisa diolah dengan baik. Karena, pemasarannya tidak mustahil bisa ekspor ke luar negeri.
“Untuk menjadi entrepreneur sejati, syaratnya niat dulu, kalau kita sungguh-sungguh pasti bisa. Apalagi di Sumsel ini kita didukung oleh potensi SDA yang bisa dipasarkan hingga ke luar negeri. Saya optimis kalau anak-anak muda di Sumsel memiliki semangat itu, kita tidak akan menyaksikan banyak pengangguran lagi,” tegasnya.[far]