Laju Penurunan Kemiskinan Di Era Jokowi Paling Lambat

Laju Penurunan Kemiskinan Di Era Jokowi Paling Lambat

Telusur.co.id - Laju penurunan kemiskinan di era pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dianggap paling lambat, dibanding presiden-presiden RI sebelumnya.

Demikian disampaikan Peneliti Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR), Gede Sandra, dalam diskusi “Ekonomi Indonesia Pasca Pemilu Presiden 2019”, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (28/1/19).

“Pada era Jokowi ini laju penurunan kemiskinan paling lambat, angka kemiskinan hanya berkurang 520 ribu jiwa per tahun,” kata Gede.

Gede membandingkan penurunan kemiskinan di era B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut dia, era SBY, penurunan kemiskinan pertahun itu sebesar 840 ribu jiwa atau turun 5,4 persen selama sepuluh tahun kepemimpinannya. Sedangkan, era Megawati penurunan pertahunnya sebesar 570 ribu jiwa atau turun 1,75% dalam tiga tahun terakhir.

“Era Habibie sebesar 1,53 juta jiwa per tahun (turun 0,77% setahun),” katanya.

Gede mengakui, laju penurunan kemiskinan paling cepat itu ada di era Gus Dur. Dimana, selama dua tahun kepemimpinan Gus Dur, mampu menurunkan kemiskinan 5,02 persen atau pertahunnya sebesar 5,05 juta jiwa.

Ia menganggap era Jokowi, pertama kali dalam sejarah, persentase penurunan penduduk miskin berada di level satu dijit, hal itu sebuah kebetulan.

Karena, sejak sebulan sebelum Jokowi menjabat, pada September 2014, persentase kemiskinan sudah di level 10,9%. Dan, selama empat tahun era Jokowi, hanya berhasil turunkan persentase sebanyak 1,3%.

“Tapi, yang perlu diketahui adalah diseluruh pemerintahan sebelum Jokowi, kemiskinan juga terus turun. Yang berbeda adalah laju penurunan kemiskinan,” katanya. [ipk]

Komentar

Artikel Terkait