Telusur.co.id - Direktur Eksekutif IPR, Ujang Komarudin mengatakan kebijakan impor Bawang Putih 100 ribu ton akan memberikan dampak negatif terhadap elektabilitas Presiden Jokowi. Menurut dia, penugasan impor kepada Bulog merupakan kebijakan yang tidak populis karena merugikan petani.
“Jangan melakukan kebijakan yang salah kaprah jelang pemilu karena akan menurunkan elektabilitas Jokowi. Apalagi hampir sebagian pemilih Jokowi adalah petani. Mereka diayomi. Dijaga. Kalau perlu diuntungkan. Jangan dirugikan. Kalau dirugikan akan berbalik arah dan ini akan merugikan pak Jokowi,” ungkap Ujang, Kamis.
Berdasarkan berbagai survei yang ada, pemilih Jokowi berasal dari kalangan menengah ke bawah seperti petani. “Ini basis massa Jokowi. Maka harus dijaga, jangan membuat kebijakan yang merugikan,” dia mengingatkan.
Berikutnya, Ujang berpesan kepada tim sukses Jokowi baik menteri maupun yang lainnya jangan membuat kebijakan yang tidak populis dan kebijakan yang aneh-aneh, karena bisa menjadi cela bagi lawan politik untuk menggoreng di media massa. Kalau digoreng pasti ada dampaknya. “Yang pasti mengurangi elektabilitas Jokowi.”
Menguatkan, Direktur Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi juga mengatakan kebijakan impor kepada Bulog ini tidak pro terhadap kepentingan dan nasib petani. “Kebijakan ini tidak pro ke petani. Petani bawang sepertinya ditinggalin,” ungkap dia.
Karena tidak menguntungkan petani sama sekali, Uchok mendesak agar kebijakan impor harus dibatalkan secepatnya. Jika terlambat akan berpengaruh terhadap tingkat kepuasan petani dan rakyat Indonesia kepada Jokowi. “Harus dibatalkan. Apalagi, saya melihat ada kongkaligkong disitu. Makanya semua aturan ditabrak saja,” duganya. (ham)