Katanya Surplus Beras Tapi Kok Impor, Pemerintah Bohong

Katanya Surplus Beras Tapi Kok Impor, Pemerintah Bohong

Telusur.co.id

| Jakarta | Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan impor beras di saat menjelang panen hanya akan menekan harga gabah petani. Akibatnya, harga gabah petani pasti anjlok. “Kebijakan tersebut sebenarnya hanya menyakiti petani saja. Lagi pula, angka impor 500 ribu ton itu apa dasar perhitungannya?” tanya Fadli, Minggu.

Jikapun stok beras memang minus, artinya pemerintah selama ini berbohong dengan klaim surplus beras. “Saya berharap agar setiap rencana impor, berapa jumlah yang perlu diimpor, dan kapan sebaiknya impor dilakukan, dikaji secara matang dan transparan dulu. Jadi tidak ujug-ujug muncul angka 500 ribu ton tanpa ada dasar alasannya.”

Hal penting lainnya, kalau memang perlu impor dengan kajian jumlah dan waktu yang sudah dikalkulasi matang, impor itu harus dilakukan oleh Bulog. Jangan cari untung dengan dalih stabilkan harga. Bulog juga tidak boleh ambil untung dari impor beras. Itu sebabnya proses impor oleh Bulog juga harus transparan dan diawasi ketat.

“Kita tak ingin petani dihancurkan oleh impor beras. Kita juga harus mencegah impor beras ini semacam jalan perburuan rente,” tandasnya. | red |

 

Komentar

Artikel Terkait