telusur.co.id - Kasus gagal bayar polis PT Asuransi Jiwasraya (Persero) turut dikomentari Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati yang juga sekaligus Ketua Komite Satbilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Sebagai langkah awal, Sri Mulyani akan langsung menemui BPK untuk mambahas risiko sistemik kasus Jiwasraya tersebut.
Adapun mengenai temuan kerugian dan kejahatan, Sri Mulyani mengaku, pihaknya telah mengkomunikasikan dengan Kejaksaan Agung.
Terkait itu, ekonom senior Rizal Ramli pun mengomentari Menkeu Sri Mulyani.
Menurut RR, sapaan karibnya, cara yang ditempuh Sri Mulyani itu cara lama. Karena, ujungnya sudah ketebak yaitu Jiwasraya akan di Bailout menggunakan uang negara.
"Ampun deh, pakai cara lama nakut-nakutin resiko 'sistematic'. Buntutnya bail-out pakai uang negara!" cuit RR di akun twitter-nya, Jumat (10/1/20).
Mantan Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur ini menyarankan lebih baik pakai cara lain menyelesaikan persoalan Jiwasraya itu. "Cc: @jokowi. Payah banget sih, ilmu kok ndak nambah-nambah? Banyak cara lain tahu, Wong waktu skandal Century, 'sistemik' abal-abal kok!!" sindirnya.
Sebagai informasi, Jiwasraya membukukan kerugian Rp 13,7 triliun pasca September 2019. Pada November 2019, Jiwasraya diperkirakan mengalami negatif ekuitas sebesar Rp 27,7 triliun.
Kerugian itu diduga lantaran
Jiwasraya menjual produk saving plan dengan cost of fund (COF) yang sangat tinggi di atas bunga deposito dan obligasi yang dilakukan secara masif sejak 2015.
Masalah lainnya, Jiwasraya juga melakukan investasi pada saham-saham perusahaan yang berkualitas rendah yang dilakukan tidak sesuai dengan ketentuan atau bahkan sengaja melakukannya.[Fhr]
Laporan: Tio Pirnando