Jika Pakan Ayam langka, Fadli : Bahaya Bagi Bisnis Perteluran

Jika Pakan Ayam langka, Fadli : Bahaya Bagi Bisnis Perteluran

Telusur.co.id -

Wakil Ketua DPP Partai Gerindra, Fadli Zon mengungkapkan bila kondisi kesulitan pakan ayam terus berlanjut akan sangat membahayakan produksi dan tata niaga perteluran nasional.

Pakan yang sulit dan harganya yang tak terjangkau dibarengi dengan harga telur yang anjlok akan menyebabkan frustasi dan keengganan untuk beternak kembali di kalangan para peternak.

Afkir dini yang terus dilakukan untuk bertahan hidup dan mengurangi kerugian, pada titik tertentu akan berdampak pada berkurangnya secara signifikan jumlah populasi ayam petelur di sentra peternakan ayam petelur rakyat. Berkurangnya populasi akan berdampak sejajar dengan berkurangnya produksi telur.

“Rangkaian dampak dari sulit dan mahalnya pakan jagung, bila terus berlangsung maka bukan tak mungkin akan berujung pada luluhlantaknya peternakan ayam petelur rakyat, meningkatnya pengangguran di desa sentra peternakan, dan krisis telur nasional. Dan ini dipastikan akan mengganggu ekonomi nasional,” kata Fadli Zon.

Bahaya dampak turunan dari kondisi saat ini sangat besar. Untuk membangun kembali peternakan ayam petelur rakyat akan sangat sulit dan butuh waktu panjang. Sangat disayangkan bila hal ini harus terjadi.

Karenanya menurut Fadli Zon, HKTI mendesak pemerintah untuk mengalokasikan hasil panen jagung sejumlah kebutuhan para peternak ayam petelur rakyat dengan harga sesuai acuan pemerintah, Rp.4.000. Jaminan alokasi dan harga ini harus ditetapkan dan dipenuhi Pemerintah melalui Bulog untuk waktu sepanjang tahun.

“Pemerintah harus menjamin ketersediaan pakan sesuai kebutuhan para peternak dengan harga sesuai acuan pemerintah selama sepanjang tahun,” ujar Fadli Zon.

HKTI juga mendesak pemerintah, menurut Fadli Zon, bila saat ini tengah surplus atau ada panen jagung, Pemerintah tidak mengekspor ke negara tetangga tetapi menprioritaskan terlebih dahulu kebutuhan para peternak ayam petelur rakyat.

“Kalau ada surplus atau ekspor jagung maka sebaiknya ekspor distop dulu untuk penuhi kebutuhan pakan jagung para peternak. Jangan kita dapat untuk dari ekspor tapi sebagian rakyat kita ekonominya morat marit karena ekspor tersebut. Harus dahulukan kepentingan nasional,” tegas Fadli Zon.

Dan hal urgen yang perlu segera dilakukan oleh Pemerintah (Kementan, Kemendag, dan BULOG) dalam pandangan HKTI adalah melakukan kerjasama pembelian dengan feed mill. Feed mil yang memiliki stock jagung dibeli oleh BULOG stocknya sejumlah kebutuhan peternak kepada feed mill untuk kemudian dijual ke peternak rakyat.

“Ini penting dilakukan segera dengan aturan sama-sama untung. Dan feed mill harus mau karena ini kepentingan nasional yang bila tidak dilakukan berpotensi akan merugikan feed mill itu sendiri bila peternakan rakyat hancur,” tandas Fadli Zon.

“Ini kondisi sudah darurat pakan jagung buat peternakan ayam petelur rakyat. Kebijaksanaan pemerintah dan semua pihak yang terkait akan menyelamatkan bangsa Indonesia dari krisis telur dimasa yang akan datang,” pungkas Fadli Zon. HKTI, lanjut Fadli Zon, berkeyakinan Kementan dan Bulog akan bijak dan segera tanggap mengatasi masalah ini. (ham)

Komentar

Artikel Terkait