Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman menyatakan, pihaknya telah membuat tim Segab (Serap Gabah). Tim tersebut nantinya akan turun saat panen raya, agar harga gabah di petani tidak turun.
“Kami hawatir, harga turun ini harus di jaga. Di sukabumi, Bupati melaporkan gabah menjadi 3800 rupiah. Kami harus tindak cepat,” ungkapnya di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/2/18).
Sebelumnya, Serikat Petani Indonesia (SPI) meminta pemerintah untuk meninjau ulang Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Pasalnya, menjelang panen raya, harga gabah sudah mulai turun.
Ketua Umum SPI Henry Saragih menyatakan, panen raya telah turun dalam kisaran hingga Rp 1.000 per kilogram. Mungkin , kata dia, satu bulan lagi akan terjun bebas menjadi Rp 3500 bahkan sampai Rp 3000.
Henry menyebutkan, di Jawa Timur, harga gabah sekitar Rp 4.700 setelah sempat mencapai Rp 6.000. Sedangkan, secara rata-rata, SPI mencatat harga gabah dengan penggunaan teknologi manual sekitar Rp 5 ribu.
Untuk menghindari anjloknya harga jual gabah, Henry meminta agar impor dibatalkan. Dia juga memerintah agar pemerintah menetapkan HPP yang baru. Menurutnya, HPP gabah harusnya berada di kisaran Rp 5 ribu.[far]