Telusur.co.id - Politikus PDI Perjungan Eva K Sundari membantah, kebijakan penurunan BBM non subsidi merupakan kebijakan politis jelang Debat Pilpres ke II soal SDA.
“Harga minyak dunia kan turun, jadi harga BBM juga diturunkan,” tegas Eva di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/2/19).
Seperti diketahui, Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga BBM mulai Minggu 10 Februari 2019 pukul 00.00 waktu setempat (WIT, WITA dan WIB).
Dalam siaran pers Pertamina, kebijakan penyesuaian herga BBM dilakukan menyusul tren menurunnya harga minyak mentah dunia dan penguatan rupiah terhadap dollar Amerika.
BACA JUGA : Gebrak Meja, Prabowo Dianggap Perlihatkan 'Watak' Aslinya
Selain itu, Pertamina juga memperhatikan daya beli masyarakat.
Besaran penyesuaian harga kali ini cenderung terjadi penurunan dengan penurunan paling tinggi mencapai Rp 800 per liter.
Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina (Persero) Mas’ud Khamid mengatakan, penyesuaian harga kali ini bervariasi untuk produk-produk BBM yang dijual Pertamina.
Untuk wilayah Jawa Timur, berikut komposisi harga BBM baru:
Premium Rp 6.450,-/liter (turun 100)
Pertalite Rp 7.650,-/liter (tetap)
Pertamax Rp 9.850,-/liter (turun 350)
Pertamax Turbo Rp 11.200,-/liter (turun 800)
Dexlite Rp 10.200,-/liter (turun 100)
Dex Rp 11.700,-/liter (turun 50)
Bagi SPBU yang tidak menjalankan tarif baru, Pertamina mengancam memberikan sanksi berupa blok pengiriman.[asp]