Gara-gara Utang Pemerintah Tinggi, Anak Kecil Harus Menanggung Utang 13 Juta

Gara-gara Utang Pemerintah Tinggi, Anak Kecil Harus Menanggung Utang 13 Juta

Telusur.co.id - Jumlah utang pemerintah yang terus membengkak tak hanya membuat rakyat, pengusaha dan dan politisi opopsisi geram, calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno ikut menyayangkan.

Sandi sangat prihatin, karena yang menanggung utang yang cukup besar bukan hanya pemerintah, tetapi rakyat Indonesia ikut-ikutan kena imbasnya. Setidaknya, rakyat dipunguti dengan pajak yang tinggi.

Jika dikalkulasikan, besarnya jumlah utang pemerintah yang ada saat ini dan dibagi dengan penduduk di Indonesia, maka setiap anak kecil di tanah air harus menanggung beban utang negara sebesar 13 juta rupiah.

“Setiap anak kecil di Indonesia sudah menanggung utang Rp 13 juta,” ungkap Sandiaga seusai membesuk Kepala Desa Sampangagung, Kutorejo, Suhartono yang rela dipenjara karena mendukung dirinya, Rabu (2/1/2019).

Seperti diketahui, utang luar negeri Indonesia hingga akhir Oktober 2018 bertambah US$ 7,65 miliar menjadi US$ 360,53 miliar atau setara Rp 5.191,66 triliun (dengan kurs Rp 14.400/dolar Amerika Serikat) dari posisi akhir 2017.

Jumlah tersebut terdiri atas utang swasta US$ 182,2 miliar atau sekitar Rp 2.623,64 triliun serta utang pemerintah dan swasta US$ 178,33 miliar setara Rp 2.568.02 triliun.

Sandi menerangkan, akan meminimalisir jumlah utang jika nanti diberikan kepercayaan oleh rakyat. Kedepannya, Sandi ingin lebih maksimalkan pembangunan infrastruktur tanpa membebani keuangan negara karena tidak ingin menumpuk utang yang semakin berat.

Upaya lain yang dilakukan adalah dengan maksimalkan sistem kemitraan antara pemerintah dengan badan usaha, sistem konsesi, dan berbagai skema pembiayaan lainnya.

“Negara tidak keluar duit, negara tentunya hanya hadir sebagai regulator. Dan itu sudah dilakukan, banyak sekali yang sudah menggunakan sistem itu. Di beberapa jalan tol sudah dilakukan seperti itu,” katanya. (ham)

Komentar

Artikel Terkait