Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, yang juga Ketua Umum HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) salah satu masalah yang dihadapi dunia pertanian Indonesia adalah mandegnya regenerasi petani.
“Menurut sensus, antara 2010 hingga 2014, di Indonesia jumlah petani dengan usia produktif, yaitu antara 15-29 tahun, mengalami penurunan signifikan, yaitu dari 9,3 juta, menjadi sekitar 8 juta. Ini adalah masalah yang dialami oleh dunia pertanian Indonesia. Saya tidak menyangka, jika masalah serupa juga dialami Korea Selatan. Di Korea, jumlah petani di bawah usia 30-an kurang dari 10 ribu orang,” ujar Fadli.
Fadli Zon menyampaikan dengan jumlah petani yang semakin sedikit akan ada masalah dalam ketahanan dan kedaulatan pangan. Ada 263 juta orang yang harus makan tiga kali sehari di Indonesia.
Namun, Fadli memberikan apresiasi yang sangat besar, ternyata para petani muda di Korea Selatan punya inisiatif yang baik sekali. Selain terus mengembangkan teknologi di bidang pertanian untuk menarik minat generasi muda terhadap sektor pertanian, termasuk melibatkan teknologi digital.
The Korea Federation of Young Farmers Association juga telah berinisiatif untuk mengumpulkan dan membentuk Forum Petani Muda Asia ini. Ini upaya yang luar biasa yang dilakukan para petani muda Korea. Mereka umumnya petani muda yang berhasil dan pendapatannya relatif besar.
“Saya ketemu dengan Direktur Rural Development Administration (RDA), serta diajak ke National Institute of Horticultural and Herbal Science. Luar biasa sekali kemajuan pertanian di Korea. Mereka sudah menyusun skenario pembangunan dan teknologi pertanian untuk mengantisipasi perubahan iklim. Meskipun telah menjadi negara industri maju, namun 30 persen penduduk Korea hidup dari sektor pertanian. Itu sebabnya mereka terus menjaga dan berinovasi dengan sektor pertaniannya.” (ham)