Ekonomi Digital Indonesia Dinilai Paling Maju di ASEAN

Ekonomi Digital Indonesia Dinilai Paling Maju di ASEAN

Telusur.co.id - Transformasi ekonomi dari konvensional ke digital sedang berlangsung di Tanah Air. Ekonomi digital ini mencakup semua kegiatan bisnis di pasar yang berbasis internet meliputi travel online (pemesanan tiket pesawat online), media online (periklanan), ride hailing (transportasi dan pengentaran makanan) dan e-commerce (kios online).

Ekonom Unhas, Muhammad Syarkawi Rauf mengatakan bahwa ekonomi digital dalam gross merchandise value (GMV) telah mencapai 72 milyar dollar tahun 2018.

“Ekonomi digital diperkirakan dengan merujuk pada hasil penelitian Temasek dan Google, akan mengalami pertumbuhan sekitar 37 persen per tahun dalam beberapa waktu ke depan sehingga nilainya dapat mencapai lebih dari 240 miliar dollar tahun 2025,” kata Syarkawi dalam diskusi Economic Forum mengenai Evaluasi Ekonomi 2018 dan Outlook 2019 digelar KAHMI, Jakarta, Rabu (12/12/18).

Mantan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melanjutkan, saat ini perkembangan ekonomi digital di ASEAN sangat pesat. Hal tersebut dapat dilihat pada persentasenya terhadap GDP seluruh negara ASEAN dari hanya 1,3 persen tahun 2015, meningkat lebih dua kali lipat menjadi 2,8 persen tahun 2015 dan meningkat tiga kali lipat menjadi 8,0 persen tahun 2018. Sebagai perbandingan, dalam kasus AS, persentasenya sekitar 6,9 persen tahun 2016. 

Sedangkan, perkembangan ekonomi digital di Indonesia merupakan yang paling cepat diantara negara ASEAN. Dimana dari sisi nilai mencapai 28 milyar dollar AS tahun 2018 dan diperkirakan mencapai sekitar 100 milyar dollar AS tahun 2025. 

Namun demikian, Vietnam merupakan negara dengan perkembangan ekonomi digital paling maju di ASEAN diukur berdasarkan persentasenya terhadap GDP sebesar 4,0 persen, Singapura 3,2 persen, dan Indonesia 2,9 persen.

“Indonesia akan menjadi salah satu pusat pengembangan ekonomi digital dalam beberapa tahun ke depan dengan ukuran bisnis terbesar di ASEAN, yaitu hampir separuh dari total bisnis ekonomi digital ASEAN,” imbuhnya.

” Pemerintah perlu sangat berhati-hati mengatur ekonomi digital, termasuk transportasi online sehingga tidak mematikan inovasi teknologi yang menjadi variabel kunci dalam ekonomi digital,” tandasnya.[frk]

Komentar

Artikel Terkait