Telusur.co.id - Terkait divestasi saham PT. Freeport Indonesia (PTFI), mantan Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Muhammad Said Didu memberikan kuliah lewat Twitter (kultwit) pribadinya, @saididu.
Ada beberapa poin penting yang disampaikan, seperti soal pajak Freeport Indonesia, setelah mengantongi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).
Secara persentase, pajak yang dikenakan untuk Freeport Indonesia bersifat tetap (nail down). Freeport Indonesia saat ini dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 25 persen, lebih kecil dari PPh yang tercantum dalam Kontrak Karya (KK) sebelumnya sebesar 35 persen.
“85. #Simalakama2. Terkait pemberian jaminan kepastian pajak tetap dg istilah “nail down” sampai 2041, diskusi yg muncul adalah apa hak pemerintah skrg memberikan jaminan tsb sementara bisa saja pemerintahan berikutnya mengubah (bisa naik atau bisa turun),” tulis Said, yang merupakan mantan Komisaris PT. Bukit Asam Tbk (PTBA).
Kemudian, Said menyinggung soal pengendali operasional tambang Freeport Indonesia yang masih dipegang oleh Freeport McMoran, meskipun Indonesia sudah menjadi pemegang saham pengendali.
“94. #Simalakama2. Saya termasuk yg setuju pengendali operasional dipegang oleh mrk krn saya khawatir jika dikendalikan oleh PT Inalum selain mslh penguasaan teknologi juga menjadi rawan intervensi kekuasaan ke bisnis freeport. Saya paham betul bahaya ini tp blm saatnya saya buka,” tulisnya.
![]()
1. #Simalakama2. Sesuai janji saya, saya buat kultwit tentang pembelian saham PT Freeport oleh PT Inalum yg diumumkan pemerintah dan freeport tgl 21 Desember 2018. Kultwit ini merupakan lanjutan kultwit ttg freeport sebelumnya yg saya berikan hastag #simalakama.
![]()
10. #simalakama. Awalnya prof @mohmahfudmd juga berpendapat bhw perundingan yg dilakukan pak @sudirmansaid utk mengubah KK menjadi IIPK adlh permainan utk mendapatkan sesuatu krn bisa diperoleh secara gratis stkh 2021. Saat itu saya atur pertemuan pak MMD dg pak SS akhirnya clear
Soal benalu, dirinya berharap agar pimpinan Freeport Indonesia berani membersihkan benalu dalam tubuh Freeport Indonesia.
Ia meminta juga petinggi Freeport Indonesia berani melawan oknum-oknum ‘papa minta saham’ dalam investasi Freeport Indonesia.
“97. #simalakama2. Saya berharap pimpinan freeport berani membersihkan benalu di freeport yg masih ada jika tdk mau berubah dan juga berani melawan model2 spt papa minta saham dalam investasi freeport ke depan, termasuk teman papa yg msh cawe2 dlm rencana pembangunan smelter dll,” tulis Said.
“98. #Simalakama2. Hal lai yg perlu diwaspadai adalah pemburu rente dari pihak yg memberikan sumber pinjaman serta sumber teknologi. Tetaplah konsisten utk meningkatkan pendapatan negara dan daerah, penggunaan produk dalam negeri, dan penggunaan SDM dalam negeri.”
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyatakan pemerintahan sebelumnya tak bertindak apa-apa kala kepemilikan saham di tubuh Freeport hanya 9,36 persen, padahal perusahaan asal Amerika Serikat itu sudah beroperasi di Papua sejak 1973.
“Baru kemarin sore Freeport di Papua, yang telah dikelola oleh Freeport-McMoran Inc setelah 40 tahun, kemarin sudah kami selesaikan dan kami mendapatkan mayoritas 51 persen. Seperti ini masih diisukan antek asing, coba kalau antek asing, antek asingnya yang mana?” kata Jokowi di Celebes Convention Center, Sabtu (22/12/18). [ipk]
